Sambut 10 Muharram, Warga Muara Uwai Gelar Tradisi Masak 10 Kancah Bubur Asyura
KAMPAR, Salah satu tradisi Warga Dusun Cubadak Desa Muara Uwai Kabupaten Kampar -Riau di Bulan Muharrom adalah membuat bubur Asyura disetiap Tanggal 10 Muharrom.
Sejak pukul 07.00 Wib warga bergotong-royong mempersiapkan bahan bubur asyura di Musollah Al-Mukhsinin Dusun Cubadak Desa Muara Uwai, Sabtu (29/8). Setelah bahan tercampur didalam kuali besar, warga bergantian mengaduk hingga menjadi bubur.
Menurut Kepala Dusun Cubadak Zulkifli, dalam memperingati puasa asyura 10 Muharrom, warga memasak 10 kancah bubur asyura yang terdiri dari 10 bahan utama seperti kacang-kacangan, umbi-umbian dan buah.
"Bahan pokoknya buah, kacang dan ubi, seperti nenas, nangka, kacang hijau, ubi jalar. Sedangkan bahan untuk 10 kancah ini menghabiskan gula dan beras masing-masing 50 kilogram, dimasak dengan santan kelapa," ungkapnya.
Sementara itu menurut Ustadz Masnur saat ditemui dilokasi acara memasak bubur menyebut tradisi asyura berasal dari kisah Nabi Nuh AS, ketika persediaan menipis didalam sampan Nabi Nuh, utusan Allah tersebut memerintahkan untuk mencampurkan semua makanan yang tersisa untuk dibuat bubur.
"Berdasarkan kejadian itu tersebut jadilah bubur asyura, karena saat itu bertepatan dengan 10 Muharrom," terang Ustadz.(Edi/**)