Bupati Pelalawan HM Harris : Lahan Terbakar Kurang Lebih 30 Ha Berada Di 4 Kecamatan
Pelalawan(portalriau.com)- Dengan memasuki fase pertama musim kemarau di wilayah Provinsi Riau umumnya, khususnya Kabupaten Pelalawan. Gubernur Riau sudah menetapkan Status Siaga.
Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko saat di wawancarai usai Apel upacara Kesiapsiagaan Peralatan Pencegahan Karhutla ( 23/02/2021) menyampaikan bahwa kita sudah mengerahkan Polsek-Polsek untuk patroli rutin dan kedua dengan instansi terkait kerjasama sudah terjun kelapangan.
Kondisi saat sekarang ini yang rawan adalah Kecamatan Teluk Meranti, yang perlu di ketahui yang menjadi kendala adalah speed nya ada tetapi pasang surut yang perlu di sesuaikan. untuk di daerah-daerah pesisir anggota mendapat kesulitan kendala karena jarak tempuh. terang Kapolres.
selanjutnya, untuk sumber air di pesisir cukup banyak, yang menjadi kendalanya adalah jarak tempuh menggunakan lewat air saja.
Untuk yang di sidik terhadap lahan terbakar. Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko " untuk saat ini belum, namun saya perintahkan Kepada Kapolsek - Kapolsek semua yang dipesisir mulai dari RT RW, dan kepala desa di periksa dan karena ini merupakan tanggung jawab mereka. Tegasnya Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko.
Bupati Pelalawan HM Harris saat di wawancarai langsung (23/02/2021) menjelaskan dalam pencegahan karhutla ini pertama kali kesiapsiagaan satgas, yang kedua bagaimana kesiapsiagaan satgas Dari Forkompimda bersama perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Pelalawan untuk memperkuat.
" Ya mudah-mudahan kita, tiap-tiap perusahaan itu bukan sekedar menjaga wilayah nya akan tetapi menjaga wilayah yang terdekat dari wilayah sekitar perusahaan yakni memberdaya Masyarakat Peduli Api (MPA). Ini yang harus di bina." ungkap Harris.
Selanjutnya, untuk di wilayah Kabupaten Pelalawan ada 4 tempat. pertama di Kecamatan Kuala Kampar, Kedua di Kecamatan Teluk Meranti,Ketiga Kecamatan Pangkalan Kerinci dan ke empat kecamatan Langgam. Jadi total yang terbakar keseluruhannya ada kurang 30 Ha dan yang paling rawan ada di Kecamatan Kuala Kampar-kecamatan Teluk Meranti. ujarnya Harris
Bupati Harris menambahkan bahwa perusahan harus turut andil dalam mempersiapkan satgas Karhutla untuk di wilayah operasionalnya dan tanggung jawab juga di luar kawasan operasional nya juga. (Erizal)