Bupati Sukiman Hadiri Rakornas Pengendalian Karhutla di Istana Negara Jakarta

Bupati Sukiman Hadiri Rakornas Pengendalian Karhutla di Istana Negara Jakarta

Portalriau.com - JAKARTA - Bupati Rokan Hulu H. Sukiman ikut menghadiri  Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Istana Negara Jakarta, Selasa (5/08/2019) Pada Rakornas tersebut, membahas tentang Kebijakan Presiden nomor 11 tahun 2015 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan telah mampu menekan rasio titik panas (hotspot) dari tahun ke tahun.
 
 
Sejumlah Menteri yang hadir pada Rakornas tersebut Menko Polhukam Wiranto,  Menteri LHK Siti Nurbaya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, serta Bupati Rohul H. Sukiman dan sejumlah kepala daerah dan pimpinan TNI-Polri di daerah. Menko Pulhukam Wiranto menerangkan, ‎dari data penginderaan satelit mencatat hotspot di 2015 bulan Januari sampai Juli dibanding 2019 turun drastis sebesar 81,65 persen.
 
 
Namun dibanding 2018, tambahnya, pada bulan yang sama ternyata memang ada kenaikan sebesar 69 persen kira-kira 467 titik panas. Menko Polhukam mengatakan dari pengalaman selama ini, para pemangku kepentingan telah memiliki kesadaran yang sama bahwa upaya pencegahan lebih utama dibanding penanggulangan. Wiranto mengungkapkan upaya peningkatan regulasi prosedur sarana dan prasarana serta koordinasi di semua tingkatan yang terlibat dalam mencegah terjadinya karhutla.
 
 
‎Menyikapai hal tersebut, Bupati Rohul H. Sukiman menghimbau kepada seluruh Camat dan Kades untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan di kawasan masing- masing. "Jangan sampai ada musibah asap di Rohul, kita berupaya keras sampai sekarang ini untuk mencegah dengan upaya-upaya kita agar karlahut tidak ada di Rohul," katanya. Sukiman mengaku, upaya yang pihaknya lakukan dalam mencegah Karlahut terjadi, salah satunya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak membakar saat membuka lahan ataupun menebang pohon. 
 
 
Diakuinya,  Karlahut bisa terjadi karena kelalaian dan ada unsur kesengajaan, untuk itulah pemahaman terhadap masyarakat terkait bahaya Karlahut harus benar-benar dipahami masyarakat. "Kita tidak mau ada bencana kabut asap di Rohul, karena akan banyak kerugian yang kita alami, makanya, kita harus tetap menjaga jangan sampai ada titik panas atau Karlahut di Rohul," tegasnya. (Advertorial/Humas/DPR)
 

Berita Terkait

KEBIJAKAN GUBERNUR RIAU TERHADAP PENANGANAN ILLEGAL LOGGING DI RIAU

OPINI HUKUM ADMINISTRASI NEGARA KEBIJAKAN GUBERNUR RIAU TERHADAP PENANGANAN ILLEGAL LOGGING DI RIAU Disusun Oleh: RINTONI Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Pendahuluan Illegal…...

Operasi Antik Toba 2026 Polres Labuhanbatu, Ungkap 81 Kasus Narkoba dan Amankan 96 Tersangka

Labuhanbatu – Polres Labuhanbatu mencatat keberhasilan signifikan dalam pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026 dengan mengungkap sebanyak 81 kasus tindak pidana narkotika dan mengamankan 96 tersangka…...

Kepsek SMAN 1 Aek Natas Diduga Korupsi Dana Bos TA 2024-2025

Labuhanbatu Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Aek Natas Bayu Wahyudi diduga Korupsi Dana Biaya Operasional Sekolah (Bos) Tahun Anggaran (TA) 2024-2025. dugaan tersebut…...

Gema Takbir di Zona Rokan: Ratusan Hewan Kurban PHR Alirkan Kebahagiaan hingga ke Pelosok Desa

Pekanbaru-Portalriau.com-- Gema takbir Hari Raya Iduladha 1447 H tidak hanya membawa kedamaian spiritual, tetapi juga mengalirkan kebahagiaan di sekitar wilayah operasi PT Pertamina Hulu Rokan…...

MTQ ke-55 Dan FSQ ke-40 Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Resmi Ditutup

Labuhanbatu, Portalriau.com- MTQH ke- 55 dan FSQ ke- 40 tingkat Kabupaten Labuhanbatu tahun 2026, bertempat di Ex Terminal Padang Bulan Jl. Baru Bay Pass Kelurahan…...