Kadis Kesehatan Pelalawan Asril SKM M.Kes " 80 Orang Di Observasi Mandiri "
Portalriau.com- Pangkalan Kerinci. Terkait Wabah Virus Corona "Covid 19" yang mempunyai dampak bagi manusia, pantauan Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan sampai saat ini terdapat 80 orang yang di Observasi Mandiri.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan H Asrl K .SKM. M.Kes saat di konfirmaai awak media (Senin,23/03/2020) menjelaskan bahwa ada 4 PDP, dua di RS Evarina, satu Di Awal Bross Pekanbaru, satu di RSUD Arifin Ahmad.
Selanjutnya, banyak informasi orang balik dari malaysia di Kuala Kampar dan itu sudah kita cek kesehatannya semuanya, jadi begitu kita cek semuanya tidak ada tanda-tanda gejala yang virus Corona dan mereka hanya di observasi mandiri.
Kenapa ditempat lain banyak muncul ODP (Orang Dalam Pengawasan) mungkin dia tidak pro aktif untuk mengejar itu, sehingga banyak pengunjung ke faskes kesehatan. Jadi yang kita cek sebanyak 30 orang yang pulang dari malaysia ternyata tidak ada yang masuk ODP walaupun dia pulang dari Malaysia.
Sebanyak 80 orang yang di Observasi mandiri terdiri dari Kecamatan Pangkalan Kerinci ada 1, di Kuala Kampar ada 31orang yang dari Malaysia dan Singapura, ukui ada 37 orang terdiri dari 1 dari Hongkong dan 36 orang dari jateng-jatim dan bekasi, di kecamatan Kerumutan ada sekita 6 orang dari jakarta-Malaysia dan jogja, Kecamatan Pangkalan Kuras ada 5 orang dari Malaysia.
Di terangkan Asril, mereka baru sampai di pelabuhan itu langsung di cek oleh petugas kita, kalau tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan gejala virus corona dan tentu dia di Observasi Mandiri di pantau oleh Dinas Kesehatan terus menerus.
Tetapi kalau dia ada menunjukan virus corona jadilah dia ODP. Jadi Kita tidak bisa menjus karena dia baru pulang dari situ langsung ODP. Tapi yang terjadi selama ini yang dilakukan sampai 200 orang saat itu karena dia baru balik dari Malaysia langsung mendatangi petugas kesehatan dengan adanya gejala-gejala.
Jadi Dinas Kesehatan mempunyai SOP, begitu orang pulang dari suatu tempat misalnya dari Malaysia di berlakukanlah Kriteria itu. Jika di cek suhunya tidak ada tanda batuk, sesak di tenggorokan berarti dia hanya kita cek tentu di observasi Mandiri.
Seandainya dia sudah ada mengarah gejala-gejala itu barulah dia di masuk ke daftar ODP. Jadi ditempat lain di seluruh di periksa di anggap ODP kriteria SOP nya tidak pas, makanya yang 80 orang ini kenapa dimasukkan ODP sementara baik-baik aja dan tetapi tetap di pantau. Terang Kadis Kes Pelalawan Asril K.SKM. M.Kes. (Erizal)