Antisipasi Kisruh PPDB 2019,Camat Mandau Gelar Rakor Dan Diskusi Bersama Kasek SMAN Dan SMKN
PORTALRIAU.COM = DURI – Guna mengantisipasi terjadinya kekisruhan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2019 ini Camat Mandau, Riki Rihardi menggelar rapat koordinasi ( rakor) dan diskusi bersama dengan para kepala sekolah SMAN dan SMKN yang ada di wikayah Kecamatan Mandau,Bathin Solapan dan juga Kecamatan Pinggir.Kegiatan yang dilaksanakan Kamis (27/6/19) di Gedung Bathin Betuah Mandau tersebut juga dihadiri oleh Kapolsek Mandau,Pinggir dan juga Danramil 04 Mandau.Selain itu juga dihadiri Camat Bathin Solapan,Camat Pinggir,Korwil Pendidikan Kecamatan Mandau dan Pinggir serta para kepala desa dan lurah serta para tokoh masyarakat.
Dalam Rakor dan diskusi tersebut banyak hal yang dibahas terutama dalam soal zonasi terhadap calon siswa baru di 3 kelurahan diantaranya kelurahan Duri Timur,Duri Barat dan Babbusalam yang hingga saat ini belum memiliki sekolah negeri tingkat SMA da SMK.
Padahal berdasarkan Permendikbud nomor 20 tahun 2019 diatur PPDB melalui zonasi. Seleksi calon peserta didik baru dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan
"Artinya penerapan sistem zonasi mengharuskan calon peserta didik untuk menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki radius terdekat dari domisilinya masing-masing. Peserta didik bisa memiliki opsi maksimal tiga sekolah, dengan catatan sekolah tersebut masih memiliki slot siswa dan berada dalam wilayah zonasi siswa tersebut.," Terang Ketua MKKS SMA Kabupaten Bengkalis Sugito dalam Rakor tersebut.
Camat Manau Riki Rihardi mengatakan bahwa rakor dinilai sangat penting guna meminimalisir terjadinya persoalan setiap PPDB.
"Melihat kecenderungan di tahun-tahun sebelumnya bahwa di setiap PPDB selalu terjadi persoalan, beranjak dari hal tersebut maka camat Mandau memandang perlu untuk melakukan rapat ini, karna pendidikan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat adalah hal utama yang tidak bisa di tawar demi kesejahteraan dan peradaban masyarakat itu sendiri.Dan melalui rapat ini dapat menghilangkan keresahan bagi orang tua dan siswa tamatan SLTP yang akan melanjutkan ke SLTA yang tinggal di kelurahan yang tidak masuk dalam zonasi di semua SLTA yang ada seperti siswa yang tinggal di kelurahan Duri Barat, Duri Timur, Balik Alam, Babussalam,“ujar Riki
Dalam kesempatan itu Camat Mandau mengimbau kepada para Lurah an Kades untuk mendata warganya yang akan melanjutkan tingkat pendidikan ke sekolah SMA dan SMK Negeri.
Disisi lain Ketua MKKS SMA Kabuoaten Bengkalis Sugito mengharapakan melalui raoat dan diskusi ini masyarakat tidak memaksakan kehendaknya untuk tetap menyekolahkan anaknya disalah satu sekolah saja.
" Kita harapkan orang tua jangan memaksakan diri untuk memilih sekolah anaknya di sekolah yang tidak masuk dalam zonasinya. ,", harap Sugito,SPd ( jon)