Achmad Pertanyakan Program Sejuta Sapi di Disnakan Rohul
PASIR PANGARAIAN-Bupati Rokan Hulu (Rohul), Drs.H.Achmad.M.Si, mempertanyakan kegiatan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Kadisnakan) Rohul, Drs.Marjoko, terkait program sejuta ekor sapi, saat ekspos rencana kerja 100 hari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kantor Bupati Rohul, Jumat (9/1/2015) pagi.
Dimana kala itu, Kadisnakan Rohul, tengah memaparkan hingga akhir 2014 lalu, populasi ternak sapi sudah capai 39 ribu di Rohul. Disamping itu pihak melakukan program blusukan langsung ke kemasyarakat, guna memperhatikan ternak mayarakat dalam menyerap keluhan petani atau peternak.Untuk polulasi sapi tahun 2015 ini, ditargetkan akan capai 50 ribu ekor.
Setelah mendengar pemaparan tersebut, Bupati Achmad menanyakan langsun, terkait program sejuta. Juga menanyakan sejumlah pengadaan sapi tahun 2015 ini, seterusnya kapan tercipta program ssejuta sapi tersebut.
Pertanyaan Bupati Achmad, dijawab Marjoko santai. Menurutnya, rencana program sejuta ekor sapi, dimulainya sejak menjabat sebagai Kadisnakan Rohul. Mengingat luas lahan perkebunan kelapa sawit di Rohul dinilai sangat potensial, dimasing-masing 1 hektar kebun kelapa sawit bisa 2 ekor sapi.
Bahkan saat in, perusahaan sudah menerapkannya seperti PT PNV, PT Torganda dan lainnya sudah meprogramkan ternak sapi tersebut. “Luas perkebunan kelasa sawit di Rohul sekitar 450 ribu hektar, untuk 1 hektar kelapa sawit itu diproyeksikan 2 ekor sapi. Sehingga, dari sekitar 950 ribu hektar peluang untuk pengembangan ternak sapi di kebun kelapa sawit tersebut, ditambah dengan populasi sapi masyarakat jadi program sejuta sapi akan terlaksana,”tegas Marjoko.
Kadisnakan Rohul juga mengakui, tahun ini pihaknya mendapatkan anggaran Rp 2 miliar lebih dari pemerintah pusat, melalui dan APBN. Dana itu nantinya digunakan untuk pengadaan 100 ekor sapi lengkap denga pengolahan pakan ternaknya.
Marjoko juga tegaskan, untuk program sapi, juga akan dibuat secara online dengan mencatat seluruh kelahiran sapi, Kadisnakan Rokan Hulu, mengaku ketika hal ini diekspos di Pemprov Riau, sempat juga jadi bahan tertawaan, tapi bukti program itu malah menjadi contoh bagi Pemprov Riau.
Bupati Rohul, mengomentari program yang dipaparkan Marjoko. Bupati juga menyarankan, agar sapi-sapi di Rohul dibuatkan akte lahirnya.
Jelas Marjoko lagi sikapi saran Bupati, bahwa manfaat pembuatan identitas sapi sangat banyak gunanya. Karena selain mengetahui sapi kondisi sehat atau tidak, juga bisa diketahui perkembangannya kedepannya.
“Kita nantinya akan mengetahui, sapi itu bisa dikonsumsi atau tidak, berpenyakit atau tidak,” ucap Marjoko.(mpr/alf)