Buka Isolasi 4 Desa Akibat Putusnya Jembatan Mentawai, Pemkab Rohul Bakal Bangun Jembatan Darurat
Portalriau.com - ROKAN HULU - Pemkab Rokan Hulu (Rohul) berencana untuk membangun jembatan darurat, guna menggantikan Jembatan Mentawai ambruk akibat diterjang banjir.
Pembangunan jembatan darurat ini dilakukan guna membuka isolasi warga di 4 desa, akibat putusnya Jembatan Mentawai beberapa waktu lalu.
Seperti yang diketahui, pada Minggu (7/2) lalu, Jembatan Mentawai yang berada di Dusun Banjar datar Desa Cipang Kiri Hilir, pputus akibat diterjang derasnya Air sungai Mentawai yang meluap.
Putusnya jembatan tersebut telah mengisolir 4 desa yakni Desa Cipang Kiri Hilir, Cipang Kiri Hulu, Tibawan dan Kubang Buaya.
Bupati Rohul Achmad Selasa (9/2), petang menegaskan, perbaikan Jembatan Mentawai menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam penanganan bencana pasca banjir di Rohul.
Achmad mengaku, dirinya sudah menyetujui, penerapan status tanggap darurat banjir, sebagai dasar hukum penggunaan dana tanggap darurat sehingga diharapkan mempermudah Serta mempercepat penanggulangan bencana banjir di 5 kecamatan di Rohul.
Diakuinya, dirinya telah menginstruksikan Dinas Bina Marga Dan Pengairan (DMPB) Rohul, untuk segera melakukan survey serta membuat langkah-langkah untuk membuka akses ke 4 desa yang terisolir, sehingga lalu lintas perekonomian, distribusi hasil perkebunan dan arus lalulintas perdangangan, orang dan barang bisa kembali normal.
" Saya sudah perintahkan Dinas Bina Marga dan Pengairan untuk segera melakukan survey dan memberbaiki jembatan mentawai atau membuat alternative lain, seperti membuat rakit untuk penyebrangan warga. perbaikan jembatan tersebut nanti akan menggunakan dana tanggap darurat yang penting perekonomian lalu lintas masyarakat tidak terganggu, ini prioritas utama dalam rangka menanggulangi pasca banjir," tegas Achmad.
Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Rohul, Aceng Herdiana menargetkan pembangunan Jembatan Mentawai akan dilakukan sesegera mungkin tergantung kondisi debet air sungai.
Selain itu Aceng memastikan, perbaikan jembatan darurat ini, tidak hanya akan dilakukan di Jembatan Mentawai saja, namun juga akan dilakukan di 3 jembatan di Kecamatan Kunto Darusalam yang Selasa (9/2) juga dilaporkan putus akibat diterjang banjir.
" Hari ini, (Selasa) tim sudah turun kelapangan untuk melakukan survey dan dokumentasi, namun karena hari masih banjir pembangunan darurat itu belum bisa kita lakukan saat ini karena kondisi air masih sangat tinggi," jelas Aceng.
Ketika disinggung, mengapa jembatan mentawai tidak langsung dibangun Secara permanen, Aceng menjelaskan, hal tersebut tidak bisa dilakukan, karena dana tanggap darurat, hanya bisa digunakan pada kondisi sifatnya darurat serta ditegaskan dalam status tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah daerah.
Sementara jika dibangun secara permanen akan membutuhkan waktu yang lama dan juga perencanaan yang matang. Pembangunan jembatan permanen nantinya akan diserahkan kepada dinas Bina Marga Pemprov Riau selaku pemilik jembatan tersebut.
" Sellama masa tanggap darurat, kita tidak bisa melakukan pembangunan permanen, kita hanya bisa melakukan pembangunan yang sifatnya darurat dan di butuhkan masyarakat pada masa status tanggap darurat di tetapkan pemerintah," tutupnya. (DPR/Adventorial/Humas)