Bupati dan Wabup Hadiri Haul Syekh Ma'sum Kuala Tambusai ke-53
Portalriau.com - TAMBUSAI- Bupati Rohul, Drs. H. Achmad M.Si dan wakilnya Ir. H. Hafith Syukri MM, Senin (6/10/2014), hadiri Haul Syekh Ma'sum Tambusai ke-53 yang digelar di Surau Suluk Kuala Tambusai Desa Sei Kumango, Kecamatan Tambusai.
Kegiatan haul Syekh Ma'sum, juga dihadiri Waka Polres Rohul, Kompol Indra Andiarta, para pejabat di lingkungan Pemkab Rohul, Camat Tambusai, serta ratusan jamaah suluk dari berbagai kecamatan di Kabupaten Rohul.
Informasi dari ketua Panitia Haul Syekh Ma'sum, Arman Kuala Tambusai menyatakan, pihaknya berterimakasih ke Pemkab Rohul, karena sudah membantu pembangunan sarana dan prasarana surau suluk Kuala Tambusai yang representasif sehingga jemaah Tarekat Naqsabandiyah bisa melaksanakan ibadah dengan khusuk dan nyaman.
Kegiatan Haul, dipaparkan biografi sosok Syekh Ma'sum Kuala Tambusai. Dimana sosok tokoh suluk tersebut lahir di Negeri Tinggi Sidinginan, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (1882 M - 1962 M), dan dirinya wafat di Dusun Kuala Tambusai, Desa Sei Kumango, Kecamatan Tambusai.
Dlam sambutannya, Bupati Rohul, Drs H Achmad M.Si mengajak agar seluruh jemaah Tarekat Naqsabandiyah mentauladani Syekh Ma'sum Kuala Tambusai, karena tokoh terebut terbukti ikut menyebarluaskan ajaran Tareqat Naqsabandiyah di negeri seribu suluk.
“Karena apa yang dilakukan sosok Syekh Ma'sum Kuala Tambusai patut diteladani. Dengan keterbatasan pada zaman beliau, namun sosok Syekh Ma'sum dapat mengembangkan ajaran Tarekat Naqsabandiyah di Rohul,” kata Bupati Achmad.
Bupati juga mengajak, agar seluruh jemaah Naqsabandiyah berbangga karena memiliki tokoh suluk yang berjasa dalam mengembangkan syiar Islam di Kabupaten Rohul, dan beberapa daerah di Provinsi Riau. Dalam hal ini, Pemkab Rohul tetap komitmen dalam meningkatkan sarana dan prasarana surau suluk. Yakni menyalurkan bantuan Rp100 Juta per surau suluk.
“Bantuan untuk peningkatan sarana dan prasarana surau suluk, merupakan salahsatu upaya dalam mengembangkan ajaran Tarekat Naqsabandiyah, selain itu untuk menjaga eksistensi Rohul sebagai Negeri Seribu Suluk. Dan itu bukan hanya slogan semata saja, namun untuk menjadikan kabupaten Rohul sebagai negeri seribu suluk yang sebenarnya,”kata Bupati Achmad. (Hendra/MPR/ADV/HMS)