Bupati Meminta Perusahaan Agar Mengelola Limbah Ramah Lingkungan
Portalriau.com - PEKANBARU - Bagi semua perusahaan di Kabupaten Rohul, diminta menerapkan pengelolaan limbah seccara ramah lingkungan, sehingga tidak memberikan dampak negatif bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan hidup lainnya.
Himbauan itu, disampaikan Bupati Rohul Drs. H. Achmad M.Si, saat membuka Penyuluhan Pengendalian Polusi dan Pencemaran, yang diprakarsai Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Rohul, di Hotel Mayang Garden, Pekanbaru, Kamis (18/12/2014).
Kata Bupati Achmad lagi, seluruh perwakilan perusahaan di Rohul yang diundang dikegiatan itu, Bupati Achmad menyatakan, bahwa pencemaran lingkungan bisa dan dapat dikendalikan, Selama perusahaan komitmen tidak membuat kesalahan.
“Penyuluhan Pengendalian Polusi dan Pencemaran yang digelar BLH ini, berguna dalam berkoordinasi antara pemerintah daerah dengan perusahaan, selain itu bisa bertukar informasi tentang dunia usaha,”tegas Bupati lagi.
Juga diingatkan kepada seluruh perusahaan, agar pengelolaan limbah dengan lebih menjadi prioritas. “Sehingga nantinya, tidak timbulkan permasalahan di belakang hari dengan masyarakat juga lingkungan sekitar perusahan,” ucap Bupati Achmad.
Menurut Bupati, bahwa saat ini limbah dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif, seperti menjadi sumber listrik. Peluang itu, diharapkan dirinya dimanfaatkan oleh perusahaan. Melalui program kemitraan antara perusahaan dengan masyarakat juga disinggung Bupati, yang diharapkan pola kemitraan agar bisa tetap berjalan juga ditingkatkan, sehingga masyarakat bisa rasakan manfaatnya.
Juga bagi seluruh perusahaan di Rohul, sangat diharapkan bisa memberikan kontribusi guna mencapai visi daerah sebagai Kabupaten Terbaik di Provinsi Riau pada 2016 akan datang. Apalagi, perusahaan punya peran strategis dalam menghadapi pasar bebas ASEAN 2015.
“Dala era pasar bebas, nantinya harus dihadapi dengan meningkatkan kecintaan terhadap bangsa. Kecintaan dapat diwujudkan dengan memanfaatkan produk dalam negeri, terutama hasil pertanian. Seperti di setiap acara, perusahaan menghidangkan kuliner lokal, bukan kuliner dari luar daerah,”tegasnya lagi. (MPR/ADV/HMS)