Disosnakertrans Rohul Sosialisasikan PKH Tingkat Kecamatan
PASIRPANGARAIAN- Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menggelar Sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH) Tingkat Kecamatan 2014, Selasa (16/9/14). Sosialisasi di Aula Lembaga Adat Melayu (LAM) Rohul dibuka oleh Kepala Disosnakertrans Rohul H. Tengku Rafli Armien S.Sos didampingi Kabid Pemberdayaan Sosial Drs. Akmal, menghadirkan narasumber merupakan Kasi Pengolahan Sumber Dana dan Jaminan Sosial Disos Riau Eva Ismail. Pada sambutannya, Tengku Rafli mengatakan, sasaran Sosialisasi PKH adalah menciptakan keluarga agar punya harapan hidup dengan tanggungjawab istri. Pada tahun ini, Kabupaten Rohul mendapatkan bantuan PKH untuk 9.053 Keluarga Sangat Miskin (KSM) atau Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di 15 Kecamatan. "Per KSM atau RTSM mendapatkan Rp2,8 juta atau total diperkirakan Rp14 miliar. Namun hanya mendapatkan untuk satu triwulan saja di tahun ini," kata Tengku Rafli. Dia mengungkapkan, dana akan dibayarkan melalui Kantor Pos dengan sistem pencairan per triwulan. Sekitar 143 KSM akan diverifikasi ulang, apakah mereka memang berhak mendapatkan bantuan PKH atau tidak. Termasuk untuk mengetahui, apakah penerima sudah meninggal dunia atau pindah rumah. "Bantuan PKH yang akan diberikan bukan untuk Kepala Keluarga (KK). Tapi sesuai kebutuhan anak, ibu hamil yang dikelola isteri bagi warga miskin," jelas dia. Tengku Rafli berharap, adanya bantuan PKH itu, Kades/ Lurah diminta bantu dalam mengevaluasi data warganya secara akurat, sehingga program tepat sasaran. Sesuai kriteria dan ketentuan bagi penerima bantuan PKH. Untuk pendataan penerima bantuan PKH, Disosnakertrans melibatkan Dinas Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS), Bidan Desa dan tenaga kesehatan. "Mereka dilibatkan agar program benar-benar tepat sasaran bagi penerimanya," tandas dia. Terlepas dari itu, Ketua LAM Rohul mengharapkan Kepala Desa/ Lurah di 15 kecamatan segera melaporkan ke pihak Disosnakertrans Rohul jika menemukan ada warga yang mengalami gangguan kejiwaan. Ditargetkan, ke depan tidak ada lagi warga Rohul menderita sakit kejiwaan seperti dipasung oleh keluarganya. Menurut Tengku Rafli, jika memang ada, Disosnakaertrans Rohul telah bekerja sama dengan Panti Bina Laras di Bengkulu yang siap menangani dan menyembuhkan penyakit kejiwaan. "Program ini gratis, hanya perlu izin dari keluarga. Kades agar mendata warganya, khususnya yang dipasung. Sehingga pada tahun 2015, tidak ada lagi warga yang dipasung," ujarnya. Sosialisasi PKH diikuti kalangan Camat, Kades/ Lurah, Bidan, perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Rohul, BPS Rohul, serta 23 Pendamping Kecamatan dan 1 Koordinator.***(adv/hum/red.