Dua Kenegerian Dikampar Akan Diserahkan SK Hutan Adat Oleh Presiden Jokowi

Dua Kenegerian Dikampar Akan Diserahkan SK Hutan Adat Oleh Presiden Jokowi

portalriau.com - KAMPAR, Besok Jumat (21/2) dua Kenegerian di kabupaten Kampar akan mendapatkan SK Hutan adat dari Pemerintah Republik Indonesia. SK ini akan diserahkan langsung kepada Perangkat adat dua Kenegerian oleh Presiden Jokowi di Taman Hutan Raya (Hatura) Sultan Syarif Hasyim Kabupaten Siak. Dua Kenegerian ini adalah Kenegerian Kampa dan Kenegerian Patapahan.

 

"Dari propinsi Riau hanya dua kenegerian ini yang hutan adatnya di SK kan oleh presiden, "jelas Ketua Tim Kerja Percepatan dan Penetapan Hutan Adat Kampar (  TKP2HAK)  kepada awak media di Pekanbaru usai rapat persiapan penyerahan SK di Pekanbaru (20/2).

 

Himyul  menjelaskan, di Riau saat ini ada 308 komunitas adat, dan yang diusulkan ke pemerintah Hutan adatnya hanyalah Kampar, karena untuk bisa mengusulkan Hutan adat banyak yang perlu dipersiapkan , salah satunya adanya regulasi dari pemerintah daerah, berupa SK dari Bupati atau Gubernur . 

 

Kampar  sudah mengeluarkan 7 SK Hutan adat di kabupaten Kampar. Dan usulan yang disampaikan untuk lima Hutan Adat yaitu  Hutan Adat Kuok, Hutan Adat Petapahan, Hutan Adat Rumbio, Hutan Adat Batu songgan, Hutan adat Kampa. 

 

Usulan yang disampaikan ke kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan ini yang disetujui baru dua, yaitu Hutan Adat Kampa, dengan SK nomor 7504/menlhk-PSKL/PTKHA/KUM-1/9/2019, Hutan Adat Ghimbo Bonca Lida dan Ghimbo Pomuan kenegerian Kampa, Kecamatan Kampa dengan luas 256 Hektar.

Dan untuk Petapahan SK nomor 2503/menlhk-PSKL/PTKHA/KUM-1/9/2019, Hutan Adat Ghimbo Putui   kenegerian Petapahan,  Kecamatan Tapung, dengan luas 251 Hektar.

 

Menurutnya, dengan adanya SK ini memberikan manfaat bagi masyarakat adat,pertama adanya pengakuan keberadaan Hutan ini milik masyarakat adat, dan pengakuan ini berlaku tidak ukuran tahun atau masa namun bisa selamanya.

 

"selama masyarakat nya masih ada, selama adatnya masih dipakai sebagai aturan masyarakat. ", Ujarnya

 

Lebih lanjutnya, Manfaat kedua diakuinya Hutan adat ini adalah dalam pengelolaan Hutan adat nantinya akan mendapat bantuan atau fasilitas dalam mengelola tersebut. Bisa dari Pemerintah dan pihak lain.

 

"SK ini akan diterima oleh Perangkat adat di dua Kenegerian, bersama dengan Siompu, kepala desa dan unsur pemuda,"tutupnya (Dpr/Edi/***)

Berita Terkait

Pergantian Antar Waktu, Muslimin Hadi Wibowo Dilantik Gantikan Almarhum Polma Tambunan

Labuhanbatu, Portalriau.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu secara resmi melantik Muslimin Hadi Wibowo sebagai anggota DPRD melalui mekanisme Penggantian Antar Waktu (PAW) tahun…...

7 Rekomendasi Film Korea Romantis dengan Kisah Cinta yang Bikin Baper

Film Korea romantis selalu punya cara tersendiri untuk membuat penonton ikut terbawa perasaan. Ada kisah cinta pertama yang penuh kenangan, hubungan yang diuji oleh keadaan,…...

Depi Rusdianto Siap Mengadu ke Dewan Pers, Namanya dicatut di Media Online

BENGKALIS, – Portalriau.com-- Depi Rusdianto, Hulubalang Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Bathin Solapan, menyatakan keberatan atas pemberitaan yang beredar di sejumlah media online…...

Peringati Hari Pangan Nasional, Pemkab Labuhanbatu Gelar Gerakan Pasar Murah di Rantau Selatan

Labuhanbatu, Portalriau.com- Turut berpartisipasi di Hari Pangan Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu di bawah kepemimpinan Bupati dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, melaksanakan Gerakan Pasar Murah…...

Hari Santri 2026, Wabup Tegaskan Santri Harus Menguasai Teknologi Dan Berperan Menuju Indonesia Emas

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri ST, mengatakan hari santri 2026, mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati…...