Pembukaan Lomba Seni Budaya Siak, Sabtu 7 Maret 2015 Lomba Syair Berpasangan
Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si membuka secara resmi rangkaian perlombaan dan kompetisi Festival Siak Bermadah di gedung Tengku Mahratu, Sabtu malam 7/3.
Sambutan Bupati Siak;
Memang pada tahun-tahun lalu kegiatan Festival Siak Bermadah tersebut selalu penuh dengan berbagai kegiatan perlombaan seni dan budaya yang ditampilkan hingga larut malam. Hal tersebut sangat mengganggu bagi peserta lomba, belum lagi peserta dari kecamatan terlalu banyak kontingen yang harus dibawa.
Pada waktu acara Temu Redaktur Budaya yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun lalu di Siak. Pada acara lomba menulis dalam rangkaian kegiatan tersebut diikuti berbagai wartawan dari seluruh Indonesia. Pemenang dari lomba menulis tersebut diumum kan waktunya terlalu jauh dari waktu penyelenggaraan Festival Siak Bermadah, kalau dekat bisa kita undang wartawan teserbut.
Dari tulisan-tulisan wartawan tersebut, kebetulan pada waktu penyerahan hadiah beberapa waktu yang lalu di Jakarta, kami menerima buku hasil dari tulisan wartawan tesebut, isinya banyak sekali hal-hal yang membanggakan tentang negeri Siak. “ini kan orang luar yang menulis tentang negeri kita ini, karena pemenang lomba tersebut tidak ada orang Riau. Salah satunya wartawan harian Palangkaraya Pos Kalimantan Tengah sebagai pemenang pertama, dia bayak menulis tentang Siak.
Secara tidak langsung dia (wartawan) tersebut mempromosikan daerah kita ini, slogan “Siak The Truly Malay” bukan hanya untuk Riau tapi untuk Indonesia, dan itu bagus sebagai moto pariwisata. Dengan kemolekan suasana negeri Siak yang menjaga budaya melayu, ini bisa di promosikan sampai keseluruh Dunia.
“Nuansa bangunan yang mencerminkan budaya melayu yang melekat di daerah kita ini selain kita jaga dan lestarikan tapi juga mempunyai nilai jual dalam hal kepariwisataan.
Untuk mempromosikan Siak ini dari berbagai macam cara, tidak hanya melalui kebudayaan, olahraga apapun iven-iven besar yang kita gelar sercara tidak langsung dapat mengenalkan negeri kita ini di mata Dunia.
Disamping itu saya juga menginginkan untuk mempromosikan Siak ini melalui wisata belanja, makanya telah kita bangun pasar seni sebagai bagian dari promosi wisata.
Diberbagai kesempatan acara di Jakarta, saya selalu memakai batik Siak atau baju tenun Siak. Pada waktu ketemu dengan menteri Perekonomian, mereka mempromosikan kain tenun dari daerah lain. Saya pun tak tinggal diam untuk mengatakan bahwa di Siak ada kain tenun juga Tenun Siak namaynya yang telah memiliki hak paten. Saya bilang pada menteri tersebut untuk mempromosikan Tenun Siak ini seperti yang saya pakai pada malam hari ini.
Beberapa waktu yang lalu saya sempat mengunjungi kota Bandung dan ketemua dengan walikotanya, dia (walikota bandung) menawarkan kepada daerah-daerah khususnya pedagang untuk menjual industri kerajinan daerah masing-masing. Untuk itu saya menghimbau kepada pedagang Siak yang mau berjualan di Bandung. Alasanya dari kunjungan wisata belanja yang terbanyak itu adalah orang Malaysia, nanti kalau pedagang Siak ada disana yang menjual produk-produk kerajinan Siak, ini kan punya daya Tarik yang nantinya para wisatawan dari Malaysia tersebut datang ke Siak ini.
Dirinya menyebutkan bahwa pembangunan turap yang dekat klenteng tersebut hingga ke sini (area panggung Siak Bermadah-depan Istana), desainnya berbeda dari turap yang sudah selesai tersebut. Kemudian diseberang sana (Kampung Tengah, Mempura) jalannya kan sudah kita lebarkan dan desain jembatannya seperti kupu-kupu, kita juga akan bangun turap seperti disini lengkap dengan lampu-lampunya. Maksudnya untuk tempat bersantai-santai bersama keluarga, yang dapat menikmati wisata air dan nanti akan kita siapkan sampan kotak dari masjid Syahbudin menuju seberang sana (kampung tengah).
Kita juga tak mau kalah dari kota-kota besar yang telah membuat taman-taman kota, ada taman permainan untuk anak-anak dan di dekat sini (kantor KPU lama) nanti juga akan kita bangun air mancur berwarna-warni dan seperti orang menari yang ditampilkan pada malam hari. Disamping itu nanti ada pemutaran film-film dokumenter. Tujuannya adalah agar para wisatawan yang datang berkunjung dapat menginap di Siak.
Usaha-usaha yang kita lakukan terkait kepariwisataan ini berimbas kepada masyarakat ekonomi menengah kebawah, pariwisata maju ekonomi kerakyatan pun dapat meningkat, jelas Syamsuar. (MPR/adv/hms)