BPBD Sosialisasikan Terkait Pergub Protap Pengendalian Karhutla

Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Kamis (11/12/2014),  mensosialisasikan terkait Peraturan Gubernur Riau Nomor 27 Tahun 2014, tentang Prosedur Tetap (Protap) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
 
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Dharma Wanita Permaisuri Pasir Pangaraian, diikuti personil TNI dan Polri, termasuk perwakilan Pemerintahan Desa juga Kecamatan yang masuk dalam i daerah rawan Karhutla.
Selain itu, juga mengundang perwakilan BPBD Riau dan BPBD Rohul, BLH, Kesatuan Bangsa dan Politik, BPMPD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), yang dibuka Kasi Kesiap Siagaan BPBD Riau,  Hermon Zuhedi. 
 
Herman Zuhedi mengataka, kegiatan sosialisasi bahaya Karhutla digelar, bertujuan untuk memberikan pengertian dan pemahaman tentang prosedur tetap penanggulangan karhutla di Riau, khususnya Kabupaten Rohul.
 
“Intinya, agar seluruh instansi dapat mengetahui dampak Karhutla bagi kesehatan masyarakat. Apalagi Karhutla, ikut memperburuk citra Provinsi Riau,”ungkap Herman. Menurutnya lagi, melalui sosialisasi itulah  bagaimana nantinya tidak melakukan pembakaran saat pembukaan lahan dan hutan.
 
Berdasarkan catatan Kepolisian yang  disampaikan Pengendali Biro Operasi yang juga Kasubbag Kerjasama Latihan Polda Riau, US Turnip, bahwa selama tahun 2014 Kepolisian sudah tangani 145 kasus Karhutla. Dari jumlah itu, 75 kasus sebelum dan sesusah tanggap darurat ditambah 74 kasus saat tanggap darurat.
 
Bahkan dari 145 kasus, Kepolisian sudah tetapkan 118 pelaku sebagai tersangka, dalam kasus Karhutla di sejumlah daerah di Rohul. Sedangkan dua kasus diantaranya, tekah diproses, dan 68 Laporan Perkara sudah diserahkan ke kejaksaan. 
 
Bahkan, ada tiga daerah di Provinsi Riau yang ditetapkan sebagai daerah terbanyak Karhutla, seperti Kabupaten Pelalawan, Siak, dan Bengkalis.”Untuk tersangka Karhutla yang terbanyak di Bengkalis. Dimana rata-rata tersangka dari perusahaan, sehingga banyak pelakunya,”ucap Kasubbag Kerjasama Latihan Polda Riau, US Turnip.
 
Menurut Sekretaris BPBD Rohul, Prasetyo mengakui, sepanjang tahun 2014, instansinya sudah tanagani 115 titik api di sejumlah kecamatan. Ada beberapa titik di antaranya, yang tidak terpantau oleh satelit, tetapi ditemukan petugas melalui Operasi Darat yang dilakukan secara rutin. 
 
“Yang kami hadapi, kesulitan pemadaman di kawasan Bukit Selancar Kecamatan  Rambah. Kita kesulitan medannya, sehingga hanya menentukan titik kordinatnya saja,”ucap Prasetyo lagi.(Alfian/MPR)

Berita Terkait

Menyemai Kemandirian UMKM Seroja Melalui Penguatan Kapasitas Budidaya Jamur

Pekanbaru - Portalriau.com---Mutmainah terlihat fokus mengamati instruktur yang begitu piawai merancang media tanam jamur tiram (baglog). Siang itu pertengahan Juni 2026, Mutmainah bersama sejumlah anggota…...

7 Keuntungan Belanja Gadget di Realme Flagship Store Blibli

Portalriau.com- Saat ini, mencari gadget yang tepat tidak hanya soal harga atau fitur, tapi juga tentang keaslian dan pengalaman berbelanja yang menyenangkan. Realme Flagship Store…...

Wabup Jamri Pimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST., memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Lapangan Diklat BKPP Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (18/06). Kegiatan…...

Wakil Bupati Labuhanbatu Ikuti Zoom Meeting Penyaluran Transfer ke Daerah Untuk Bantuan Bencana se-A

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu mengikuti Zoom Meeting Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) untuk bantuan daerah terdampak bencana se-Aceh yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam…...

Bupati Labuhanbatu Sambut Kepulangan 217 Jamaah Haji Kloter 13 di Asrama Haji Medan

MEDAN,Portalriau.com– Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM, menyambut langsung kepulangan Jamaah Haji Kelompok Terbang (Kloter) 13 asal Kabupaten Labuhanbatu di Asrama Haji Medan,…...