Plt Sekda Bantah serapan APBD Rohil 10 Persen
BAGANSIAPIAPI - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Drs H Surya Arfan Msi membantah kalau Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rohil tahun 2015 memasuki Triwulan ke III hanya 10 persen. Pasalnya, APBD Rohil yang diajukan sebesar Rp2,7 Triliun hanya Rp1,8 Triliun yang dapat terealisasi.
Dari Rp1,8 Triliun itu realisasi penyerapan APBD hingga Triwulan ke III telah mencapai 36 persen lebih. Jika memang dilakukan penghitungan dari ajuan APBD sebesar Rp2,7 Triliun, maka telah terealisasi Serapannya sekitar 23 persen lebih. Adapun Serapan itu seperti pembayaran gaji Pegawai, Tunjangan, Pelatihan, kegiatan rutin, dan sebagain kecilnya kegiatan Fisik.
Demikian disampaikan Plt sekdakab Rohil Drs H Surya Arfan Msi kepada Wartawan akhir pekan lalu melalui pesan Black Berry Mesenger (BBM)nya. Dikatakan Kepala BKP Rohil itu, Seharusnya memasuki semester ke II kemaren serapan APBD telah bisa mencapai 50 hingga 60 persen. Namun karena adanya kendala seperti Administrasi dan kendala lainnya membuat serapan APBD tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
"memang APBD Rohil pada 31 Desember tahun 2014 lalu telah disahkan, namun karena adanya tim verifikasi Pemprop Riau, membuat APBD Rohil terkendala karena adanya persoalan Administrasi dan Perencanaan yang belum singkron. makanya APBD kita Clier pertengahan bulan April kemaren, "jelasnya.
Untuk menggesa Anggaran yang ada, Surya Arfan meminta agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk bekerja lebih keras dan serius, karena program pemerintahan yang ada dibuku lintang telah menjadi keseriusan kita semua termasuk pihak DPRD Rohil.
Untuk itu kita mengharapkan DPRD Rohil supaya Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBDP) 2015 untuk secepatnya disepakati, karena pemkab sendiri telah mengusulkan RAPBDP ke DPRD Rohil dua minggu yang lalu. Kalau RAPBDP ini cepat selesai maka Program-rogram Strategis pemerintahan seperti pendidikan, kesehatan, maupun Insfraruktur lainnya segera terealisasi, "tutur Surya Arfan.
Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Rohil meminta kepada pemkab untuk menggenjot serapan APBD Rohil yang saat ini masih tergolong rendah. Pasalnya Bulan lalu pihak DPRD menerima laporan kalau serapan APBD rohil hanya 10 Persen. "melalui Banggar beberapa waktu lalu kita telah minta kepada pemkab Rohil untuk menyampaikan Realisasi Anggaran, namun sampai saat ini belum ada disampaikan, "kata Ketua Komisi A DPRD Rohil, Abu Khoiri, kemaren, dibagansiapiapi.
Politisi PKB itu juga menyampaikan kekawatirannya dengan kenyataan yang ada, karena dengan serapan APBD yang rendah dampaknya berimbas dengan banyaknya pembangunan masyrakat yang terkendala. Kemudian dampak lainnya tidak tertutup kemungkinan akan dikenainya sanksi oleh pemerintah pusat dengan pemotongan atau pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk APBD tahun berikutnya, "pungkas Abu Khoiri. (Mpr/Af)