Target PAD SPPT-PBB Rp5 Milyar, Dispenda Cetak SPPT Massal
BAGANSIAPIAPI - Dalam waktu dekat Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) akan melakukan pencetakan Surat pemberitahuan Pajak terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT-PBB). Sebelum SPPT-PBB itu dicetak, Pihak Dispenda akan melakukan Rekon Data dengan cara melakukan pertemuan dengan pihak Kecamatan hingga Pihak kepenghuluan. Adapun Target PAD disektor SPPT-PBB tahun ini sebesar Rp5 Milyar.
Demikian Ditegaskan Kadispenda Rohil, Drs H Ferry Hendra Parya MSi , Senin (11/5) di Ruang kerjanya. "Sebelum melakukan pencetakan, kita akan membuat berita acara kepada pihak kecamatan, bila sudah Valid datanya baru lah dilakukan pencetakan sesuai dengan Jumlah yang wajib membayar SPPT-PBB, "ujarnya.
Diakui Ferry parya, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan di 18 kecamatan di Rohil. kita menargetkan Awal Juni 2015 nanti Blangko SPPT-PBB telah diterima Masyrakat. Selain itu kita juga berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan sosialisasi kepada masyrakat, sehingga yang membayar kewajiban SPPT-PBB bisa mencapai target yakni sebesar Rp5 Milyar.
"kalau datanya Valid, secara otomatis banyak yang membayar. pengalaman tahun lalu, SPPT-PBB kita lakukan pencetakan sebanyak 160 Ribu lembar, yang melakukan pembayaran hanya 40 Ribu orang atau sekitar 25 Persen. Nah, maka dari itu kita lakukan pendataan dan sosialisasi terlebih dahulu, sehingga kejadian tahun lalu tidak terulang lagi, "Kata Ferry.
Dilanjutkan, Pencetakan SPPT-PBB ini ada Jenis yakni, SPPT Massal, Wajib pajak baru, dan Hutang pajak ditahun yang sedang berjalan. Untuk pencetakannya, pihak dispenda akan mendahulukan kecamatan yang memiliki Potensi seperti, Kecamatan Bagan Sinembah, Simpang Kanan, Bangko.
Saat ditanya tentang adanya rencana penghapusan SPPT-PBB Tahun lalu, Ferry mengatakan, "yang tidak mungkin ditagih, maka SPPT-PBB nya tidak lagi kita terbitkan. Namun, Tunggakan tahun lalu tetap kita lakukan penagihan dengan cara mencari keberadaan Orangnya.
Banyaknya masyrakat yang tidak melakukan pembayaran SPPT-PBB dikarenakan letak Dispenda sangat jauh. Maka dari itu, tahun ini kita akan memperbaiki Data, Petugas penagihan. apabila datanya telah bagus semua, maka kita akan melakukan kerjasama dengan Pihak Bank yang ada dikecamatan, Sehingga masyrakat membayar SPPT-PBB tidak lagi ke Pusat Ibukota Bagansiapiapi, "pungkas Ferry Parya. (Mpr/Af)