Bangkit Pasca Pandemi Bersama UMKM
Labuhanbatu,Portalriau.com- Pemerintah Indonesia mengeluarkan berbagai kebijakan guna mengurangi rantai penyebaran pandemi Covid-19, namun kebijakan ini menyebabkan berkurangnya jumlah konsumsi Rumah Tangga. Menurut Kementerian Keuangan Konsumsi di Indonesia tidak terkendali karena situasi yang terjadi dan menyebabkan penurunan pada konsumsi Rumah Tangga. Namun, di tahun 2023, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan tahun 2023 UMKM ini kembali menjadi pahlawan perekonomian nasional, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, dimana target di tahun 2024 adalah 4,4 juta lapangan kerja baru dan berkualitas.
Hal tersebut didukung dengan adanya fakta bahwa Indonesia mempunyai potensi basis ekonomi yang kuat karena jumlah UMKM yang sangat banyak dan daya serap tenaga kerja sangat besar. UMKM juga terbukti kuat dalam menghadapi krisis ekonomi, mempunyai perputaran transaksi yang cepat, menggunakan produksi domestik dan bersentuhan dengan kebutuhan primer masyarakat. UMKM harus ditingkatkan kapasitasnya terkait dengan manajemen dan mind set. Manajemen dimaksud termasuk mengelola SDM, produksi, keuangan dan marketing. Sementara itu, mind set pelaku UMKM harus diubah menjadi enterpreneur/berkarakter wirausaha. Untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dibutuhkan intervensi dari pemerintah.
Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan bazar UMKM, seperti yang dilaksanakan di Kabupaten Labuhanbatu pada kunjungan Dharmayukti Karini Provinsi Sumatera Utara. Bazar UMKM dimaksudkan agar dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus mengembangkan sistem jaringan usaha bagi produk UMKM unggulan. Untuk itu diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk terus mempromosikan produk - produk unggulan di Labuhanbatu. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Labuhanbatu Hj. Ellya Rosa Siregar, S.Pd, MM dalam sambutannya pada Bazar UMKM Dharmayukti Karini Provinsi Sumatera Utara di Gedung Nasional Rantauprapat, 19 Februari 2023.
Wakil Bupati juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Dharmayukti Karini Provinsi Sumatera Utara. Diharapkan kunjungan tersebut dapat meningkatkan kolaborasi untuk memajukan UMKM di Labuhanbatu.
"Saya mengucapkan selamat datang dan terimakasih atas kunjungan ibu - ibu Dharmayukti Karini Provinsi Sumatera Utara. Saya berharap kunjungan tersebut dapat meningkatkan kolaborasi pemkab Labuhanbatu dengan Dharmayukti Karini untuk memajukan UMKM yang ada di Labuhanbatu ini," ucapnya.
Banyak produk UMKM yang tidak dikenal oleh masyarakat dan tidak terserap pasar. Bahkan untuk produk pertanian, ketika terjadi panen raya tidak terserap pasar sehingga harga produk tersebut anjlok bahkan biaya panen lebih besar daripada harga jual. Oleh sebab itu dibutuhkan terobosan, kerjasama antara pemerintah dan dunia usaha dalam memasarkan produk UMKM.
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menjawab tantangan tersebut dengan kegiatan Car Free Day yang biasa dilakukan setiap hari Minggu di sekitaran Simpang 6 Rantauprapat. Kegiatan CFD yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu ternyata bukan hanya dirasakan oleh masyarakat tetapi juga dirasakan oleh pelaku UMKM. Kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar Pemkab Labuhanbatu setiap minggu pagi di simpang 6 Rantauprapat memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Hari bebas kendaraan ini dimanfaatkan oleh ratusan masyarakat untuk berolahraga dan berkumpul bersama keluarga serta rekan-rekannya. Begitupun pelaku UMKM juga turut memanfaatkan kegiatan CFD ini sebagai ajang promosi.
Salah satunya adalah Tri Windi Darmayanti, pelaku UMKM sekaligus penggiat rumah kreatif yang berjualan di kawasan CFD. Dirinya mengaku sangat terbantu dengan adanya CFD sebagai ajang promosi.
"Alhamdulillah selain dapat sehatnya saya juga dapat bertemu dengan teman - teman dan berniaga sambil mempromosikan produk kami," ujar Windi.
Windi mengaku mendapat omset sekitar 900 ribu sampai 1 juta hanya dalam 2 jam berjualan di kawasan CFD. Ia juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu untuk lebih memperhatikan UMKM dan memberikan bantuan.
"Harapan saya, UMKM lebih diperhatikan lagi karena banyak UMKM kerajinan di rumah kreatif yang masih kekurangan peralatan,” jelasnya.
Masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan UMKM, pemerintah bersama institusi terkait harus dapat menyelesaikan permasalahan struktural yang dihadapi oleh pelaku UMKM selama ini. Permasalahan dimaksud antara lain kualitas SDM, pendanaan, kualitas dan kontinuitas produk, dan pemasaran UMKM. Permasalahan tersebut harus diselesaikan secara substantif, komprehensif dan sistemik.(Toni)