Bawang Merah Lokal Beda dengan Bawang Merah Prancis dan Belanda

Bawang Merah Lokal Beda dengan Bawang Merah Prancis dan Belanda

JAKARTA, PORTALRIAU.COM - Regulasi impor diduga menjadi salah satu penyebab melejitnya harga bawang merah belakangan ini. Selama ini, Indonesia mengimpor bawang merah dari India, Thailand, Vietnam, Prancis, dan Belanda. Sebenarnya jenis bawang merah dari negara-negara tersebut belum tentu sama dengan yang biasa kita pakai di Indonesia.

Bawang merah (shallot) dari sesama negara Asia yakni India, Thailand, dan Vietnam sama jenisnya dengan yang ada di Indonesia. Namun, jenis yang diimpor dari negara-negara Eropa seperti Prancis dan Belanda agak berbeda.

Bawang merah yang kita kenal di Indonesia (Allium ascalonicum l.) bentuknya menggembung di bagian bawah (dekat akar) dan menguncup di bagian atasnya. Kulitnya berwarna keunguan, sementara bagian dalamnya berwarna pink.

Sementara itu, bawang merah yang berasal dari Prancis memiliki nama latin Allium oschaninii. Ada yang menyebutnya echalote, red shallot, adapula yang memanggilnya banana shallot.

Meski sama-sama menguncup di bagian atas dan menggembung di bawahnya, bawang merah ini bentuknya lebih panjang dan ramping. Ukurannya juga relatif lebih kecil dibanding bawang merah di Indonesia atau Belanda.

Jika diiris melintang, terlihat lingkaran-lingkaran beraturan dari kecil sampai besar. Bagian dalamnya berwarna keunguan. Konon, memotong bawang merah Prancis tak membuat kita menangis separah ketika mengiris bawang merah Belanda.

Kulit bawang merah Prancis berwarna kuning tembaga atau keunguan. Namun, adapula yang berwarna abu-abu, biasanya disebut griselle atau French grey shallot. Rasanya kuat dan banyak disukai para chef.

Sementara itu, bawang merah dari Belanda memiliki nama latin Allium cepa L. var. aggregatum. Jika diiris melintang, bagian dalamnya seperti bawang merah yang kita kenal di Indonesia. Lingkaran-lingkarannya tak beraturan, seakan-akan seperti gabungan dari beberapa bawang (multiplier onion).

Kulitnya berwarna kuning tembaga, namun adapula yang keunguan atau cokelat abu-abu. Bagian dalamnya berwarna kekuningan. Menurut situs Know Your Facts, rasanya agak manis, seperti paduan sedikit rasa apel dengan rasa khas bawang.

Berita Terkait

PHR Santuni 50 Dhuafa dan Tuntaskan Solusi Banjir serta Jalan Rusak di South Bekasap

BENGKALIS, Portalriau.com---24 April 2026 – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyalurkan santunan kepada 50 dhuafa di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari syukuran…...

Tokoh Masyarakat Apresiasi Kinerja Kapolres Rohil, Cepat Tanggap Tangani Persoalan di Panipahan

Rokan Hilir –Portalriau.com--- Tokoh masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, H. Fuad dan H. Samsul, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Rokan Hilir atas kinerja cepat dan tanggap dalam…...

KAPOLRES ROHIL BERSAMA UPIKA PANIPAHAN GELAR PENANAMAN POHON DALAM RANGKA HARI BUMI SEDUNIA

Rokan Hilir – Portalriau.com--Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H. bersama unsur UPIKA Panipahan melaksanakan kegiatan penanaman…...

PHR Buka Asa Kemandirian Ekonomi Perempuan, Lewat UMKM di tengah masyarakat Riau

PEKANBARU, ---Portalriau.com,-+22 April 2026 – Di sudut Kota Pekanbaru, sebuah perubahan besar sedang tumbuh dari tangan-tangan tangguh para perempuan. Komunitas Matahari Bertuah, yang dulunya hanyalah…...

PIMPINAN DAERAH APRESIASI RESPON CEPAT KAPOLRES ROHIL DALAM PENANGANAN SITUASI KAMTIBMAS

Rokan Hilir –Portalriau.com-- Respons cepat dan langkah sigap Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H dalam menangani situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)…...