Ekonomi Sulit, Para Abang Becak di Rohul Meringis
ROKAN HULU-Ekonomi sulit, para abang becak di seputaran Kota Pasir Pangaraian, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), menangis dan meringis, mereka meminta supaya pihak Pemkab Rohul, memberikan perhatian kepada mereka untuk meningkat perekenomian mereka.
Salah seorang, Abang becak, penarik sewa (Orang), Kirman Lubis, mengaku setiap haria, dirinya hanya mendapat pengahsilan Rp 20 ribu per hari, padahanya dulunya kami, masih mendapat Rp 50 ribu perharinya, makanya kini kehidupan sebagai tukang becak di Rohul sangat sulit kalau profesinya seperti ini.
"Kami berharap supaya pak Bupati Rohul Suparman dan Pak Wakil Bupati Sukiman, kami kemarin supir-supir becak ini, mengimpikan kedua peminpin ini, untuk merubah ekonomi kami, tapi kini kami merasa semakin sulit saj," cetusnya.
Di tempat yang sama, Supir Becak Pengangkut Barang, Iyul Nasution, juga mengakui merasakan hal yang sama, kondisinya sangat susah mencari makan, bahkan dirinya hanya bisa mendapatkan hasil sekitar Rp 30 perhari. "Dulu saya bisa mendapatkan Rp 70 ribu perhari, kini memang tidak ada dapat rezki pak," tuturnya.
Saat ditanya, apakah penyebab pendapatan mereka menurun, kedua menjawab, mungkin harga getah (Karet) yang masih merosot, begitu juga dengan kelapa sawit. "Kabar-kabarnyan Pemda Rohu juga tidak jalan proyek, sehingga tidak ada jual beli orang ke pasar pun jarang," sambung Kirman Lubis.
Tambah, Iyul Nasution, seharusnya ada pemberdayaan dari pemerintah untuk tukang becak, baik bentuk bantuan modal atau keterampilan lainnya, apalagi kini becak-becak sudah mulai rusak-rusak, karena gak ada untuk perbaikannya. "Karena kami pada prinsifnya juga membantu pemerintah untuk melayani masyarakat di bidang transportasi," timpal Kirman Lubis lagi .(Dpr/raj)