Harga Karet Petani di Rohul Terjun Bebas, Ekonomi Petani Kian Terjepit

Portalriau.com - PASIR PANGARAN - Masyarakat Rohul kini menagih janji Pemkab Rohul,dimana semula akan dibangun pabrik karet di Rohul. Karena selain harga getah saat ini sudah jungkir balik ditambah musim penghujan, membuat ekonomi petani karet di Rohul bertambah sengsara dan menderita.
 
Saat ini, para petani karet di Rohul nasibnya bertambah terpuruk, bahkan kata pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga”.Karena, sudahlah musim penghujan datang mengakibatkan petani tidak  bisa menakik (motong), harga karetpun anjlok.
 
Dampak keduanya, membuat ekonomi petani karet di Rohul kian sulit. Bahkan kini sejumlah petani karet kewalahan guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, apalagi ditambah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinaikkan pemerintah, sehingga harga kebutuhan pokok pun ikut membubung.
 
“Kami sebagai petani kecewa dengan pemerintah saat ini, karena masyarakat ekonominya bertambah parah. Kami tagih janji, kapan didirikan pabrik karet di Rohul, karena petani karet setiap harinya kian sulit,” kata Husin.
 
Juga diakui Husin lagi sambil memegang uang Rp 300 ribu hasil panen kadetnya yang di takik selama dua pekan. Nantinya, uang Rp300 ribu tersebut digunakan menghidupi lima anak dan istrinya, untuk dua pekan kedepan.
 
“Kita pernah mendengar di Televisi dan membaca di Koran, Bupati Rohul , Drs H Achmad M.Si, merencanakan mendirikan pabrik karet, dan nantinya bisa membeli karet petani dengan harga Rp 10 ribu per Kg. Namun kini bertanya lagi, kapan realisasi pembangunan pabrik karet tersebut.” terang Husin lagi, yangtinggal di Desa Rambah Tengah Hulu (RTH).
 
Selain Husin, keluhan sama juga dikatakan Rojan (39). Dengan harga karet petani yang dibeli toke pada Minggu (30/11/2014) sore kemarin hanya Rp 5 ribu hingga Rp 6 ribu per kg, sehingga harganya sudah tidak memungkin lagi, dan  banyak petani yang sudah berniat membongkar pohon karet dan menggantinya dengan tanaman kelapa sawit.
 
“Bagaimana lagi kami bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga, harga karet tidak kunjung membaik, sedangkan kebutuhan hidup terus meningkat. Apalagi sejak dinaikannnya harga BBM, menambah sengsara kita karena berdampak melonjaknya harga sembako,” ucap Rojan. 
 
Rojan Warga Desa Rambah Tengah Hilir (RTH) Kecamatan Rambah,  meminta pemerintah tidak menutup mata, karena semenjak Jokowi jadi Presiden RI yang ada hanya menaikkan harga kebutuhan masyarakat, tapi harga penghasilan rakyat semakin rendah, ini tentunya cukup membuat sengsara rakyat. (MPR)

Berita Terkait

Terapkan Pola Hidup Sehat, Bupati Labuhanbatu Ikuti Senam Sehat Bersama Lansia

Labuhanbatu, Portalriau.com- Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., mengikuti kegiatan Senam Sehat dan Berdaya bersama lansia yang diselenggarakan oleh Dinas BP2KB Labuhanbatu di…...

Bupati Maya: " Olahraga adalah investasi bangsa"

Labuhanbatu, Portalriau.com- " Olahraga adalah investasi bangsa bukan biaya", ucap Bupati Labuhanbatu dr.Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, MKM, saat membacakan pidato tertulis Menteri Pemuda Dan Olahraga Erick…...

Gebyar Kreativitas Dan Inovasi Pendidikan Labuhanbatu Ditutup, Bupati Maya Bertekad Majukan Dunia Pe

Labuhanbatu,Portalriau.com- Setelah berlangsung selama tiga hari, Gebyar Kreativitas dan Inovasi Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu resmi ditutup Kamis 8/10/2026. Kegiatan yang diikuti ribuan pelajar dan guru tersebut…...

Bupati Labuhanbatu Melepas 22 Calon Mahasiswa Melanjutkan Pendidikan ke Al-Azhar Kairo

Labuhanbatu, Portalriau..com- Sebanyak 22 putra-putri terbaik Kabupaten Labuhanbatu mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Momen penuh kebanggaan tersebut ditandai dengan pemberian bantuan…...

Bupati Labuhanbatu Buka Gebyar Kreativitas Dan Inovasi Pendidikan Wujudkan Labuhanbatu Cerdas Bersin

Labuhanbatu,Portalriau.com- Bupati Labuhanbatu dr. Hj.Maya Hasmita, Sp.OG, MKN,membuka secara resmi Gebyar Kreativitas Dan Inovasi Pendidikan Labuhanbatu menuju Labuhanbatu cerdas bersinar di eks terminal Padang Bulan…...