Kotoran Sapi Akan di Jadikan Sumber Peningkatan Ekonomi

BAGANSIAPIAPI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Hendra mengapresiasi adanya keinginan kelompok tani dari Kepenghuluan Karya Mulyo Sari, Kecamatan Pekaitan yang ingin mengelola kotoran sapi atau lembu sebagai salah satu sumber peningkatan ekonomi.

Keinginan masyrakat untuk mengembangkan kotoran sapi sebagai pupuk akan diterapkan dirohil dengan cara meniru masyakat yang ada dipropinsi Bali. "kita akan coba kembangkan kotoran sapi sebagai pupuk. Dimana Pengembangan tahap awal akan dilakukan bersama kelompok tani kepenghuluan Karya mulyo Sari dalam waktu dekat ini, "kata anggota DPRD Rohil, Hendra ST, Rabu (11/5) diruang kerjanya.

Ia menjelaskan, 40 ekor sapi katanya bisa menghasilkan 200 ton pupuk perbulannya. Sedangkan air seni sapi juga bisa dijual Rp4 ribu perliternya. Jika diperhitungkan, nilai jual kotoran lebih menguntungkan dari pada menjual daging sapi. Kalau di Rohil ini diterapkan sangat cocok sekali. Sebab, sumber makanannya tidak terbatas, dan ini sangat potensial dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Nah, dari sini kita akan mencoba bersama masyarakat tani dengan memanfaatkan kotoran dan air seni sapi untuk di olah menjadi pupuk. Namun, pemerintah juga dituntut untuk bisa menjamin hal ini sampai usaha pupuk benar-benar berhasil, "ungkap Politis partai Gerindra Rohil itu.

Dirinya juga menegaskan agar Pemerintah Kabupaten Rohil melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (distanak) dapat memfasilitasinya Supaya bantuan sapi atau lembu yang diberikan tiap tahunnya kepada masyarakat tidak di jual begitu saja. "berdasarkan hasil reses yang dilakukan pada 27 April kemarin ada sekitar 30 ekor bantuan sapi yang diberikan Pemkab Rohil kepada masyarakat. Namun, kotorannya tidak dimanfaatkan sebagai penghasilan tambahan.

Anggota Dewan berambuut gondrong itu menyarankan agar dinas terkait bisa mencontoh peternakan yang ada di Bali. Dimana katanya masyarakat Bali tidak lagi menjual sapi begitu saja. Akan tetapi, masyarakat disana lebih memilih menjual kotoran dan air seni sapi karena nilai ekonomisnya lebih tinggi, "pungkasnya. (Dpr/Af).

Berita Terkait

Gebyar Kreativitas Dan Inovasi Pendidikan Labuhanbatu Ditutup, Bupati Maya Bertekad Majukan Dunia Pe

Labuhanbatu,Portalriau.com- Setelah berlangsung selama tiga hari, Gebyar Kreativitas dan Inovasi Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu resmi ditutup Kamis 8/10/2026. Kegiatan yang diikuti ribuan pelajar dan guru tersebut…...

Bupati Labuhanbatu Melepas 22 Calon Mahasiswa Melanjutkan Pendidikan ke Al-Azhar Kairo

Labuhanbatu, Portalriau..com- Sebanyak 22 putra-putri terbaik Kabupaten Labuhanbatu mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Momen penuh kebanggaan tersebut ditandai dengan pemberian bantuan…...

Bupati Labuhanbatu Buka Gebyar Kreativitas Dan Inovasi Pendidikan Wujudkan Labuhanbatu Cerdas Bersin

Labuhanbatu,Portalriau.com- Bupati Labuhanbatu dr. Hj.Maya Hasmita, Sp.OG, MKN,membuka secara resmi Gebyar Kreativitas Dan Inovasi Pendidikan Labuhanbatu menuju Labuhanbatu cerdas bersinar di eks terminal Padang Bulan…...

Bupati Labuhanbatu Tandatangani Nota Kesepakatan Dengan Kejatisu dan Dinas Pendidikan

Labuhanbatu, Portalriau.com- Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM menandatangani nota kesepahaman bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin, S.H., M.H.dan Dinas Pendidikan Provinsi…...

PJ Sekda Pimpin Apel Gabungan di Lingkungan Pemkab Labuhanbatu

Labuhanbatu, Portalriau.com- Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat lini perlindungan anak dan penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal tersebut disampaikan Pj. Sekda…...