Peron Diharapkan Jadi Fasilitas Stabilisasi Harga TBS
PASIRPENGARAIAN- Wakil Bupati Rokan Hulu Hafith Syukri mengimbau pengusaha peron atau Ram Timbangan dapat berperan dalam upaya stabilisasi Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa sawit yang harganya saat makin anjlok.
Hal itu di ungkapkan Wabup saat meresmikan operasional Peron Roleysia 86 milik Pengusaha Syamsurizal di Desa Ujung Batu Timur Kecamatan Ujung Batu, Selasa (1/9).
Hadir dalam peresmian tersebut, Kepala Dinas Kehutanan dan perkebunan Rohul Sri Hardono, Camat Ujung Batu Elbisri, tokoh masyarakat, petani mitra, serta masyarkat Desa Ujungbatutimur.
Dalam acara tersebut sempat terjadi insiden. Hafith Syukri yang juga merupakan calon bupati rohul priode 2016-2021 keberatan melihat spanduk dukungan kepada dirinya sebagai Calon Bupati (Cabup) Rohul terpasang di lokasi acara.
Hafith syukri yang datang dengan statusnya sebagai wakil bupati rohul kemudian meminta kepada panitia untuk menurunkan spanduk bertuliskan dukungan masyarakat kepada dirinya.
Hafith menegaskan dirinya sangat menghargai besarnya dukungan masyarakat tetapi dirinya jug ingin berjuang dengan cara-cara fer dan tidak curang.
Sesudah spanduk dilepaskan, hafith syukri kemudian melanjutkan sambutanya pada acara tersebut. Ia menyatkan bahwa penurunan Harga TBS disebabkan lesunya ekonomi global yang menyebabkan menurunya eksport CPO di pasaran dunia.
Hafith Syukri menduga, bahwa penyebab anjloknya harga TBS saat ini disebabkan karena terlalu panjangnya mata rantai perdagangan TBS di Rohul. Akibatnya, para petani harus menjual TBS nya jauh dari harga Pabrik.
"Saya mengharapkan, peron bisa bekerjasama dengan petani dalam rangka menstabilisasi harga TBS, bukan bekerjasama dalam menurunkan harga" ujar hafith Syukri
Hafith syukri mengakui bahwa pemkab sulit untuk melakukan tindakan kongret untuk meningkatkan harga TBS secara signifikan, pasalnya aturan harga TBS ini merupakan wewenang dari pemprov riau dan juga tergantung dari harga CPO dunia.
Salah satu upaya yang bisa dan saat ini dilakukan pemkab rohul adalah dengan berupaya mengurangi rentang penjualan dari petani ke pabrik yang menambah biaya dan mengurangi keuntungan petani.selain itu kedepan pemkab juga akan berupaya melakukan pembinaan terhadap peningkatan kualitas TBS petani sehingga rendemenya mendekati
"Kita sulit melakukan langkah konkret karena penetapan harga itu wewenang pemprov dan juga tergantung harga cpo dunia, yang bisa kita lakukan adalah memperpendek rentang penjualan agar petani tidak terlalu merugi, serta meningkatkan kualitas buah petani bersaing dengan kualitas buah inti," sebut Hafith
Sementara itu pemilik Peron Roleysia 86 Syamsurizal mengaku pendiran Peron ini didasari karena ingin membantu masyarakat didesanya. Pasalnya selama ini masyarakat di desa tidak bisa langsung menjual buahnya ke pabrik, karena pabrik hanya mau membeli dalam jumlah tertentu saja.
Syamsurizal menuturkan, meski mengambil keuntungan, namun ia menjamin bahwa keuntunganya tersebut tidak terlalu membebani petani, dirinya hanya mengambil keuntungan sebesar 15 rupiah perkilo dengan timbangan yang terjamin akurasinya. (dpr/raj)