Sangkot Mengais Rezki Dengan Profesi Sebagai Penjahit Sepatu di Pasar Lama
ROKAN HULU -Untuk meningkat ekonomi masyarakat, Sangkot (51), Salah seorang penjahit sepatu dan sandal di Pasar Lama, Kelurahan Pasir Pangaraian, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mengais rezki dengan profesinya itu dan membutuhkan bantuan dari pemerintah.
Saat ditemui, tengah menjalankan aktifitasnya, sehari-hari, Sangkot mengaku kalau dirinya membutuhkan bantuan segar atau permodalan dari pemerintah untuk meningkatkan perekonomiannya, sehingga kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari bisa tercukupi.
"Gimanalah kini saya dan istri terpaksa harus menjahit sepatu dan sandal, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dulu istri saya kerja mencuci dan menggosok pakaian orang lain, sekarang tidak ada lagi, terpaksa kami menjahit di sini," tuturnya, Selasa (5/1).
Sangkot mengungkapkan kalau dirinya, hanya bisa mendapatkan uang dalam sehari itu, paling tinggi Rp 80 ribu. "Tapi kalau sekarang hanya dapat Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu, kadang sama sekali tidak ada pak," sebut Sangkot Warga Kampung Baru, Desa Koto Tinggi.
Dirinya mengakui yang paling sedih saat tak satupun orang menjahit sepatu maupun sandal, padahal sudah seharian menunggu. "Tapi alhamdulillah anak sudah tamat SMK dan satu lagi sudah jadi Satpam, jadi tidak terlalu berat lagi pak," ujar Sangkot yang sudah mengeluti usahanya itu sekitar 30 tahun yang lalu.
Sangkot yang bersuku melayu, berasal dari Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, sedangkan istrinya asli keturunan Warga Rohul, berharap supaya pemerintah memperhatikan ekonomi masyarakat kecil. "Kita ingin adalah semacam program yang bisa meningkat usaha kecil pak, sehingga rakyat ini bisa terbantu, tapi memang alhamdulillah kita dapat rezeki yang dari usaha ini," pungkasnya.
Tambahnya, dirinya harus memiliki modal jarum kawat, kemudian membeli benang Rp 3 ribu pergulungnya. "Untuk satu gulung benang itu, hanya dapat dua pasang sepatu atau sandal, untuk satu pasanga sepatu itu biayanya kita kenakan pelanggan tersebut sebsar Rp 10 ribu," tutupnya. (dpr/raj)