Karhutla Riau Di Tengah Covid-19 Jadi Perhatian Bersama Salah Satu Kab.Pelalawan
Portalriau.com-Pelalawan.Dalam rangka menjaga alam dan ekplorasi dari pada kepunahan akibat dampak dari Kebakaran Hutan Dan Lahan "Karhutla", Jikalahari mengadakan Forum Diskusi melalui Video Conference tentang Karhutla yang terjadi di Provinsi Riau dari tahun 2019-2020 di tengah Pandemi Covid-19. Senin,11/05/2020
Dalam forum diskusi turut hadir menjadi nara sumber Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, S.H., S.I.K., M.Si, Datuk Al Azhar, Jikalahari Made Ali, Dari Peneliti R.Retno Winarni, Syafrul Ardi Presma UNRI, Wiriyanto Azwir Ketua Badko HMI Riau.
Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani dalam pemaparannya menyampaikan bahwa menyambut baik dalam diskusi ini karena diskusi ini sangatlah penting. Kita memahami persoalan karhutla yang ada di Indonesia khususnya di Provinsi Riau ini merupakan persoalan yang sangat menantang bagi kita dan harus di tangani dengan sebaik-baiknya apalagi di tengah Covid ini. Dan dimana insensitas karhutla di Provinsi Riau.
Bahwa di Riau ini menarik ada dua puncak musim kemarau yaitu ada berada pada bulan Februari,Maret, April dan juga ada di bulan Juli sampai september yang kita amati dalam lima tahun belakangan
Kita ucapkan terima kasih kepada teman-teman di Riau dalam antisipasi dari pada tahun 2019 ini, dimana musim kemarau pertama jumlah hostpot di Riau tidak sebanyak pada tahun-tahun sebelumnya dan itu kami amati. Terang Rasio Ridho Sani yang disapa dengan panggilan Mas Roi.
Selanjutnya, bagaimana kesigapan dari aparat pemerintah daerah Kepolisian Dansatgas Di Provinsi Riau dalam antisipasi karhutla pada periode pertama kemarau yang ada di Riau.
Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani, mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda Riau melalui inisiatif Lancang Kuning dan juga melalui langkah-langkah all warning yang sangat cepat yang di lakukan.
Kalau kita konsen pada bulan Maret -april dan saat ini kita harus menuju konsen kedua pada bulan Juni, Juli, Agustus dan September dan juga ini menjadi perhatian kita. Diskusi pada hari ini konsen untuk mengingatkan kita semua.
Beberapa lokasi di Riau menjadi perhatian kita hasil data yang kita amati selama lima tahun ini, Kabupaten di Provinsi Riau yang menjadi perhatian kita semua yaitu Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hilir termasuk juga Kepulauan Meranti karena kita melihat ada beberapa lokasi-lokasi yang menjadi perhatian kita semua.
Kami melihat kenapa ini bisa terjadi, ini hal-hal yang kita lakukan bersama-sama. Pertama adalah kita melihat bahwa Perlu kami sampaikan kenapa karhutla ini terjadi paling tidak ada 3 faktor penting menjadi perhatian kita yang pertama adalah faktor cuaca, kedua karena adanya kerentanan ekosistem, yang ketiga perilaku manusia
Terjadinya Karhutla adalah fakrtor prilaku manusia, karena kita tahu bahwa karhutla disebabkan oleh api dan api itu di hasilkan dari kegiatan manusia untuk kegiatan pembukaan lahan dengan cara membakar atau pun mengkondisikan tanah.
Serta sering juga prilaku manusia mencari keuntungan dengan melakukan kebakaran hutan dan lahan untuk minimalis investasi dan ini yang kami amati. Dari ketiga faktor ini dalam penegakan hukum ada beberapa hal bisa jadi karena ketidaktahuan, ada niat jahat dan ada moral hazard.