Anas Hanya Makan Biskuit Di Rutan KPK
PortalRiau.com - JAKARTA – Keluarga dan kuasa hukum akhirnya dapat membesuk Anas Urbaningrum di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (13/1). Mereka mengaku prihatin dengan kondisi mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu. Keprihatinan itu muncul lantaran selama tiga hari mendekam di sel KPK Anas benar-benar hanya memakan biskuit yang dibawakan keluarga pada malam pertama penahanan atau Jumat (10/1) malam. “Ya, kemarin mas Anas tirakat (berpuasa), hanya makan makanan ringan (biskuit),” kata adik Anas, Anna Luthfie usai membesuk di Rutan KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/1). Anna menjelaskan, sejak awal Anas memang menolak mengkonsumsi makanan yang disediakan KPK. Sikap itu dia ambil atas saran sang istri, Athiyyah Laila dan beberapa kerabat lantaran khawatir ada pihak yang akan meracuninya. “Jadi kami dari keluarga setiap hari akan terus mengirimkan makanan untuk mas Anas,” ujar Anna yang masuk ke rutan bersama salah satu kuasa hukum Anas, Firman Wijaya. Meski prihatin, Anna bersyukur kondisi saudara kandungnya itu terlihatsehat.
Dia pun mengaku hari ini telah membawakan beberapa makanan salah satunya, sayur lodeh kesukaan Anas. “Terima kasih kepada KPK yang sudah terima makanan kita,” ucapnya. Selain makanan, dia juga membawakan barang-barang lain seperti di antaranya dua buah buku bacaan, pakaian, sarung, Al-qur’an, dan pasta gigi. sedikitnya ada 6 keranjang barang kebutuhan yang dibawa Anna
untuk dapat digunakan Anas di sel tahanan KPK. Selain Anna dan Firman tampak pula beberapa loyalis Anas, salah satunya Tri Dianto dan kerabat yang masih aktif di Partai Demokrat, Saan Mustopa mendatangi gedung KPK. Namun, Tri dan Saan belum diberikan izin membesuk oleh KPK. “Tadi keluarga inti dulu, baru besok sahabat, teman yang bisa menjenguk. Enggak apa-apa, kami enggak kecewa. Kami ikutin saja prosedur KPK,” ujar Saan sebelum pergi meninggalkan gedung KPK, Senin (13/1) siang. Sementara, Tri Dianto mengaku setengah kecewa karena belum dapat menengok Anas. Ia bahkan mengaku sudah menyiapkan pakaian agar bisa ‘menginap’ menemani Anas di kamar tahanan KPK. “Padahal saya sudah membawa persiapan (pakaian) untuk menemani masAnas tidur di rutan,” candanya sambil menunjuk tas ransel warna hitam yang ia gemblok.
Hingga Senin (13/1) sore, belum terlihat istri Anas, Athiyyah Laila membesuk. Menurut Tri Dianto, saat ini Athiyyah masih menenangkan diri di Yogyakarta. “Insya Allah membesuk Kamis nanti,” tuntasnya. Anas ditahan di Rutan KPK, Jumat (10/1), setelah sekitar 4 jam berdiskusi dengan penyidik. Ia pun kemudian menjalani masa penahanan 20 hari pertama sebagai tersangka tindak pidana korupsi berupa menerima hadiah dalam proyek Hambalang dan proyek lainnya. Mantan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini diduga menerima Rp2,2 miliar dari PT Adhi Karya sebagai hadiah karena sudah membantu perusahaan plat merah tersebut menjadi pelaksana proyek Hambalang. Selain uang, Anas juga disebutkan menerima Mobil Toyota Harier dari PT Adhi Karya. Belakangan, KPK memperlebar penyidikan ini ke dugaan adanya politik uang dalam pemenangan Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres Partai Demokrat 2010 lalu di Bandung.(ilham)