Buru Residivis, Bocah SD Terkena Peluru Nyasar
BAGANSIAPIAPI- Malang nian nasib M. Abdul Gani (8), hendak menuntuk ilmu namun harus disekap oleh seorang Residivis Aziz (27) yang saat itu sedang duel dengan polisi.Alhasil, polisi coba melumpuhkannya namun peluru sempat nyasar di kaki kiri Abdul Gani, kejadian ini terjadi Sabtu (17/10) pukul 13.30 WIB kemaren.
Pada saat itu Gani sedang berjalan di gang Setia, Jalan Pahlawan Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko menuju ke sekolah agama tingkat PDTA milik yayasan Ujang Khalijah yang berjarak beberapa ratus meter dari kediamannya.
Bocah malang ini merupakan warga Jalan Pahlawan, Gang Setia,Kelurahan Bagan Hulu yang terkapar setelah timah panas sempat mengenai kaki kirinya dalam keadaan menggunakan pakaian melayu berwarna merah. Sontak saja kejadian itu membuat warga sekitar heboh dan berduyun-duyun menuju lokasi kejadian karena mendengar suara tembakan.
Kapolsek Bangko Kompol Nurhadi Ismanto SH SIK didampingi Kanit Reskrim Iptu Billy Gustiano Barman mengatakan, kejadian ini memang tidak disengaja, pasalnya pelaku dinilai akan membahayakan nyawa bocah malang tersebut. "Saat itu pelaku memegang pisau bahkan sempat melawan petugas dan berusaha kabur, " kata Kapolsek.
kronologis kejadian, awalnya anggota opsnal mendapat informasi dari sumber terpercaya bahwa pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) atas nama Aziz (residivis baru keluar lapas) sedang berada di Jalan Perwira Ujung tepatnya di Simpang Pajak ikan Pelabuhan Hulu.
Mendapat informasi tersebut anggota opsnal Polsek Bangko dengan cepat melakukan pengejaran terhadap pelaku dan langsung menuju lokasi. Saat itu pelaku sedang berboncengan motor denga temannya. "Pelaku sempat melakukan perlawanan terhadap anggota opsnal dengan menodongkan pisau kearah anggota, "kata Kapolsek.
Kemudian pelaku lari dan dikejar anggota opsnal, Briptu Suryadi Lubis. Saat itulah detik-detik kejadian, saat aksi kejar-kejaran, korban peluru nyasar lewat dan langsung disandra oleh pelaku sambil menodongkan pisau. "Pelaku menyandera korban yang sedang berjalan dipinggir dengan menggunakan sebilah pisau, karen takut akan keselamatan korban, Briptu lubis mengeluarkan tembakan kearah kaki pelaku, "terang Kapolsek.
Saat itu timah panas melintas dikaki korban, Abdul Gani dan pelaku sempat menghindar dan akhirnya mengenai kaki korban dan pelaku kemudian melarikan diri. Melihat kaki korban mengeluarkan darah anggota opsnal langsung membawa ke RSUD Dr Pratomo Bagansiapiapi untuk memberikan perawatan medis terhadap korban. "Kita utamakan dulu keselamatan korban, sementara pelaku kita biarkan dulu dan selamatkan anak yang terkena peluru ini, "kata Kapolsek.
Kapolsek Bangko bersama 2 orang anggota DPRD Rohil, Yohanis dan Habib Nur serta tokoh masyarakat bertemu dengan orang tua korban untuk menjelaskan Kronologis kejadian. "selain dua anggota Dewan kita juga minta saksi yang melihat kejadian itu yang bernama Azwar untuk menjelaskannya kepada orang tua korban, "ujarnya.
Polisi juga meminta maaf atas kejadian ini dan benar-benar sebuah kecelakaan yang tidak diduga. "Untuk biaya perawatan dan pengobatan kita tanggung dan juga permohonan maaf kita kepada orang tua korban. Saat ini polisi terus mengejar pelaku residivis yang diketahui baru 2 Minggu keluar dari Rutan Bagansiapiapi, "pungkas Kapolsek.
Sementara itu, Kapolres Rohil AKBP Subiatoro SH Sik mengatakan ini memang murni sebuah kecelakaan, kita tidak akan tinggal diam dan akan mengobati korban hingga sembuh, "katanya saat melakukan kunjungan korban di RSUD Dr Pratomo.
Diterangkan Kapolres, Melihat kondisi psikis korban memang agak terganggu karena kaget atas kejadian tersebut. "kita sudah berbincang dengan korban, kayaknya agak terkejut dan kita nantinya juga akan memberikan pemulihan Psikisnya nanti, "janjinya.
Pada prinsipnya polisi ingin melakukan yang terbaik dengan memburu pelaku kejahatan termasuk residivis yang dikejar pada Sabtu siang kemaren. "Kejadian ini kan kita mau mengejar penjahat, jadi karena melawan dan menodongkan pisau serta membuat baju anggota kita koyak terkena pisau. Pelaku menyandra anak itu, jadi kita mau melumpuhkan mengingat sangat berbahaya sekali, "terang Kapolres. (Dpr/Af)