Oknum Tni Hajar Warga Yang Mengatur Kenderaan Dari Kemacetan
PINGGIR-Oknum Tentara hajar warga yang ikut bergabung mengatur arus lalu lintas di Jalinsum
Pekan Baru-Duri.
Warga yang jadi korban penganiayaan yang juga tergabung dengan Ormas IPK Ranting Desa Tengganau Kecamatan Pinggir beberapa hari lalu(Jum'at 01/05) masih kesakitan. Terkait adanya pekerjaan Regid jalan Poros di daerah tersebut, warga ikut andil membantu tugas kepolisian Lantas dalam memperlancar arus kenderaan.
Warga bernama Hak Tarigan dan rekannya P.Siahaan siang itu kebagian Shift dalam pengaturan arus kenderaan.
Disebabkan ada pekerjaan demi kelancaran kenderaan maka dilakukan dengan sistem buka tutup ,demi memberi kesempatan berjalan bagi kenderaan dari arus yang berlawanan.
Naas bagi kedua warga yang jadi bulan bulanan dari beberapa oknum TNI berseragam yang terakhir di ketahui dari Satuan Korem 3031 Pekan Baru di duga kesal.
Seperti di ceritakan korban saat mengatur arus jalan secara tiba tiba datang Oknum Tentara dengan sikap marah serta melayangkan tinjunya,"tentara itu emosi dan marah, saat teman saya datang bermaksud menenangkan suasana terbalik di hajar ,"tutur Siahaan.
Akibat kejadian ini ke dua korban mendapat perawatan di RSU-Duri sekaligus mengambil visum dari luka
memar yang saat itu berlumuran darah. Sementara Pengurus IPK dan korban menyampaikan permasalahan ke Den Pom Dumai.
Sampai saat ini keadaan korban belum pulih terutama bagian dada dan perut ,di duga kena sepatu.
Menurut keterangan Pengurus Ranting dan PAC IPK Pinggir, pihak Den Pom sempat memeriksa pelaku yang bernama Praka Bambang Cs,namun berhubung yang bersangkutan ada tugas ke Medan pihak Den Pom berjanji menindaklanjuti sepulang dari Medan, "sudah di tangani Den Pom Dumai karena TKP wilayah Bengkalis, dan sangat berharap tindakan yang bijak sesuai hukum yang berlaku "harap mereka.
Sementara Tokoh masyarakat berkomentar , seharusnya pihak pengguna jalan memaklumi keadaan di setiap pekerjaan jalan, tanpa ada bantuan pemuda petugas kepolisian akan kewalahan," "tolong hargai warga yang berpanas panasan serta belum tentu dapat uang, kasihan juga tanpa bantuan mereka jalan bisa macet total,komandan mereka harus melindungi warga serta memberi tindakan yang tegas
agar hal ini tidak terulang kembali"tegasnya.(MPR/Nurt)