Polres Bengkalis Bersama Masyarakat Padamkan Serta Dinginkan Kebakaran Semak Belukar Di Desa Tasik
Talang Muandau - portalriau.com- Untuk melakukan pemadaman dan pendinginan serta pencegahan jalar api pada kebakaran semak belukar seluas sekitar 10 hektar di Desa Tasik Serai Barat Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis Riau,Kamis (16/1/20) Polres Bengkalis, TNI ( Babinsa) dibantu RPKH PT Arara Abadi, RPKH PT SPA Bukit Kerikil, MPB Desa Tasik Serai, MPB Desa Bukit Kerikil turun ke titik api. Kegiatan dalam dua hari tersebut dipimpin oleh Kapolres Bengkalis AKBP Sigit Adiwuryanto didampingi Kapolsek Pinggir Kompol Firman V.W.A Sianipar SH.,MH mendatangi titik Fire Spots dan melakukan upaya pencegahan jalar api dengan membuat embung air dan sekat api di titik koordinat FS :N: 101.521 E: 01.33584.
" Kegiatan ini merupakan lanjutan giat pemadaman dan pendinginan karhutla serta pencegahan jalar api setelah pada hari Rabu (15/1/20) personil Polsek Pinggir, turun ke lapangan, ", kata Kapolres Bengkalis kepada wartawan.
Ditambahkan bahwa pada Hari Kamis (16/1/20) sekira pukul 07.45 WIB kembali dilakukan kegiatan dan pemadaman dan pendinginan karhutla serta pencegahan jalar api di areal semak belukar yang terbakar di Desa Tasik Serai Barat Kec Talang Muandau berbatasan dengan Dusun IV Suka Damai Desa Bukit Kerikil Kec Bandar Laksamana Kab Bengkalis. Dengan perkuatan personil sebanyak 60 orang terdiri dari TNI/POLRI, RPKH PT Arara Abadi, RPKH PT SPA Bukit Kerikil, MPB Desa Tasik Serai Barat, MPB Desa Bukit Kerikil, perangkat Kecamatan Bandar Laksamana dipimpin langsung Kapolres Bengkalis AKBP Sigit Adiwuriyanto, S.IK.,MH bersama Kapolsek Pinggir Kompol Firman V.W.A Sianipar, SH.,MH serta Danramil Mandau Kapt H. Sitorus.
Kapolres Benngkalis mengatakan bahwa kondisi lahan adalah lahan gambut dengan semak belukar.
"Pemilik lahan serta penyebab kebakaran masih dalam lidik,", kata Kapolres.
Dalam hal ini lanjutnya pihaknya telah melakukan upaya diantaranya melakukan pencegahan jalar api dengan pembuatan embung air dan parit kanal di lokasi areal yang terbakar dengan menggunakan 2 (dua) unit alat berat mrk Hitachi.Selain itu juga melakukan pemadaman dan pendinginan karhutla,Water boombing,memasang Police Line serta melakukan lidik penyebab karhutla
"Saat ini lahan yang terbakar telah padam namun masih mengeluarkan asap dan akan tetap dilakukan pemadaman dan pendinginan.Hal itu dikarenakan kondisi angin kencang dan tanah kering dan bergambut.Selain itu di areal tersebut sangat sulit ditemukan sumber air.Namun personil tetap semangat dan terus berupaya untuk mendapatkan debit air yang akan digunakan untuk pemadaman dan pendinginan Karhutla,", pungkas AKBP Sigit Adiwuryanto ( Jon)