RENGAT-Kepolisian Resort Indragiri Hulu (Polres Inhu) sudah memeriksa 15 orang saksi untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap Abdul Rahman (50), warga Desa Kampung Pulau, Kecamatan Rengat yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang urut.
Meski demikian, polisi mengakui masih kesulitan mengungkap kasus pembunuhan tersebut karena minimnya petunjuk yang diberikan oleh para saksi. Apalagi sepeda motor dan handphone yang digunakan korban sebelum terbunuh sampai saat ini belum ditemukan.
“Saksi yang sudah dimintai keterangannya tidak mengetahui secara pasti kemana korban pergi setelah meninggalkan rumah pada Kamis (30/10) sekira pukul 14.00 Wib tersebut,” ujar Kapolres Inhu AKBP Aris Praetyo Indaryanto di konfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Meilki Bharata SH Sik, Senin (3/11).
Dijelaskan Meilki, petunjuk yang ada saat ini hanya sebatas pembicaraan korban kepada istrinya yang akan pergi ke Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu. Saat pergi meninggalkan rumah, korban menggunakan sepeda motor Supra X BM 5561 VD. Setelah itu, korban tidak lagi memberitahu posisinya kepada istri.
“Saksi yang sudah kita minta keterangan termasuk istri korban tidak ada menerima telpon dari korban setelah ia pergi meninggalkan rumah pada Kamis siang tersebut. Sementara sampai saat ini sepeda motor dan hanphone korban belum ditemukan,” tuturnya.
Kasat Reskrim menambahkan, pihaknya meyakini bahwa sebelum dibunuh, korban terlebih dahulu dianiaya. Hal ini dapat dilihat dari kondisi korban saat ditemukan yang penuh dengan luka tusukan dan sayatan senjata tajam. Bahkan wajah korban ditutup dengan lakban warna hitam.
Setelah korban dibunuh, di perkirakan baru korban dibuang ke Sungai Indragiri hingga akhirnya di temukan di Desa Pasir Keranji, Kecamatan Pasir Penyu, Sabtu (1/11) sekitar pukul 16.00 Wib. “Bisa saja sepeda motor bersama handpone korban dibuang secara bersamaan. Namun belum diketahui dimana lokasi pembuangan korban pertamakalinya,” ungkap Meilki.
Polisi, kata Meilki, sejauh ini belum bisa memastikan terkait motif pembunuhan terhadap tukang urut tersebut. Sebab saat ditemukan cincin korban masih lengkap dijarinya, meskipun sepeda motor dan handphone sampai saat ini belum ditemukan. “Perampokan atau motif lain masih kita dalami,” jelasnya.
Karena itu, Meilki menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya menggali informasi yang berkaitan dengan korban untuk mengungkap kasus tersebut. “Kita sama-sama berdoa semoga dalam waktu dekat kasus ini dapat terungkap,” ujarnya.
Seperti diketahui, Abdul Rahman (50) yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang urut ditemukan tewas mengapung di Sungai Indragiri, tepatnya di Desa Pasir Keranji, Kecamatan Pasir Penyu, Sabtu (1/11) kemarin sekitar pukul 16.00 Wib.
Kuat dugaan Abdul Rahman tewas dibunuh secara sadis sebelum dibuang ke Sungai Indragiri. Sebab disekujur tubuhnya terdapat puluhan tusakan dan irisan senjata tajam. Bahkan saat ditemukan, tubuh korban mengapung dengan wajah di balut lakban warna hitam.
Sejauh ini polisi masih menyelidiki penyebab tewasnya Abdul Rahman dan motif pembunuhan tersebut. Sedangkan jenazah Abdul Rahman sudah langsung dimakamkan pihak keluarga, Sabtu malam usai dilakukan visum di RSUD Indrasari Rengat.
Abdul Rahman merupakan salah satu tukang urut yang sudah cukup terkenal di Kabupaten Inhu, khususnya untuk patah tulang, terkilir dan sejenisnya. Karena itu, banyak pihak yang menggunakan jasa Abdul Rahman untuk penyembuhan.
Bahkan dari informasi beberapa orang yang selalu menggunakan jasanya, untuk minta pertolongan dengan Abdul Rahman cukup menelpon dan ia akan datang ke rumah orang yang minta pertolongan tersebut. Jika tidak ada orang yang tengah dibantunya untuk penyembuhan, Abdul Rahman pasti akan datang memenuhi undangan orang tersebut.(MPR/puput).