Sejumlah Tokoh Masyarakat dan Aktifis Rohul Rencanakan Akan Datangi Polda Riau

ROKAN HULU-Sejumlah aktifis Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dalam waktu dekat ini akan mendatangi Mako Polda Riau, sebab dinilai sangat lamban dalam mengusut kasus korupsi Kepala Dinas  Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Muhammad Zen dan Mantan Bupati Rohul Achmad.

Para aktifis dan tokoh masyarakat tersebut yakni, Agustury Daulay, Agumasman, Ade Irwan Hudayana, Sahury dan lainnya, mereka merasa heran dengan kinerja Polda Riau, sebab kasus Kadisdikpora Rohul Muhammad Zen dan Kasus Achmad terkait pengadaan elektronik di sejumlah sekolah  dan  menyangkut PT BMPJ dan AMR.

"Kita heran dengan kinerja Jajaran Polda Riau, kok sudah bertahun-tahun jadi tersangka, tapi  ujung-pangkalnya tak jelas, kami minta Kapolda Riau yang baru supaya memberikan ketegasan kepada masyarakat, terkait status tersangka yang disandang Muhammad Zen dan Achmad," terang Agustury kemudian diamini aktifis lainnya, Senin (13/6).

Kini pihaknya tengah dalam tahap koordinasi, sambung Agustury lagi, Polda Riau harus tegas terhadap pejabat-pejabat yang terindikasi tersebut. "Kami sangat kecewa kok mereka sudah tahunan jadi tersangka, namun tidak tersentuh hukum alias kebal hukum, ada apa ini atau mungkin jangan-jangan sudah dugaan ada main mata," terang Agustury lagi.

Lanjutnya, jika melihat kondisi Rohul, saat ini solusinya, Kapolres Rohul dan Kejari Rohul harus diganti, sebab kalau tidak independensi penegak hukum, dirinya tidak yakin penegakan hukumnya, khususnya di bidang korupsi tidak bisa diusut tuntas di Negeri Seribu Suluk.

"Jadi diminta pada Kapolda Riau dan Kajati Riau, supaya menganti Kapolres Rohul dan Kajari Rohul, supaya penegakan hukum di bidang korupsi itu bisa terlaksana, karena bayangkan saja masa sudah tahun jadi tersangka, tapi tidak jelas apa ujung-pangkalnya," pungkasnya.

Tambahnya, mungkin dalam pekan ini akan dilakukan audience denga Kapolda Riau, Brigjen Pol Drs Supriyanto dan Kejati Riau, supaya Kapolres Rohul dan Kejari Rohul, secepatnya ditukar, karena imbasnya penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi kurang optimal.

"Sebutnya sajalah dugaan pengadaan sapi di Dinas Peteranakan dan Perikanan (Disnakan) Rohul dan dugaan mark-up pembanguan Surau Suluk Syekh Ibrahim dinilai masyarakat secara rasional sangat tidak pantas, kemudian Muhammad Zen dan Achmad sudah tahun tersangka, tapi kini sepertinya tidak ada apa-apanya," tututpnya.(dpr/raj)

Berita Terkait

Peduli Sosial, Wakil Bupati Labuhanbatu Buka Khitanan Ceria Sambut 1448 H

Labuhanbatu, portalriau.com- Wujud kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Dalam rangka menyambut fajar 1448 Hijriah, Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, secara resmi…...

Senyum Syukur Warga Pematang Pudu dan Buluh Manis Sambut Paket Sembako Murah

DURI, --Portalriau.com--30 Juni 2026 – Pagi itu, Kamis (25/6/2026), suasana di Pudu Field, Duri, Kabupaten Bengkalis terasa berbeda. Sejak matahari belum tinggi, ratusan warga dari…...

Wakil Bupati Labuhanbatu Resmikan KCP Bank Sumut Sei Berombang ,Perkuat Akses Layanan Keuangan Masya

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri, ST., meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) PT Bank Sumut Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kamis (25/06). Peresmian ini…...

Lantik 52 Pejabat Baru, Bupati Labuhanbatu: Disiplin tanpa diawasi, bertanggung jawab tanpa diminta

Labuhanbatu,Portalriau.com- Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita Sp.OG. M.KM secara resmi melantik 52 pejabat baru yang terdiri dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), Pejabat Administrator,…...

Syarat Makna Dan Budaya, Wabup Labuhanbatu Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Panai Hilir

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, menghadiri prosesi adat ritual tradisi Sedekah Bumi yang digelar khidmat oleh masyarakat Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, pada…...