Warga DK1 Desa Sialang Rindang Jadi Korban Penipuan Kupon Behadiah
ROKAN HULU-Warga DK 1, Desa Sialang Rindang, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) atas nama Bardan (60), mengaku menjadi korban penipuan kupon berhadiah mobil mewah dari produk teh gelas.
Awalnya, Bardan, membeli teh gelas di salah satu warung, tiba-tiba dirinya mendapat kopun berhadian di dalamnya, dari PT CS2 Pola Sehat yang berkantor di KM 80, Jalan Raya Serang Banten CI Ujung Serang, Tangerang-Banten.
Dalam kupon tersebut, Bardan dinyatakan mendapat mobil Xenia , lantas ia menghubungi nomor yang tertera dalam kupon tersebut, dengan nomor:081288952398, atas nama Muhammad Mahfud, pada Tanggal 1 Juni 2016 lalu.
Setelah ditelpon Mahfud tersebut meminta uang sebesar Rp 3 jutaan. Terus ke nomor rekening: 09960100538504 atas Muliyadi, kemudian pada malam harinya, satu orang menelpon rekan Mulyadi, memintta uang sebesar Rp 7,5 juta.
Setelah dua minta uang, maka Bardan menyatakan kepada yang menelpon tersebut penipu, uang menguatkan kepecayaan Bardan kalau dalam kupon tersebut ada tterlampir surat keterangan dari kepolisian Nomor: Pol/SKT/ 247/CS2-HL/I/2016 yang bunyinya, sehubungan diterima surat dari PT CS2 Pola Sehat.
Sebagai pelaksana promo hadiah langsung dari produk teh gelar Kami dari Polda Metro Jaya ikut bertanggung jawab atas pelaksanaan dan penyelasaian masalah addministrasi surat-surat kenderaan hadiah promo teh gelas gelelgar. Surat tersebut ditanda tangani Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hadi Budiman, SH, NRP 64100746.
"Kami meminta supaya jajaran Polres Rohul, supaya segera menyelidiki modus penipuan tersebut, kami sebagai masyarakat yakin akan kupon itu karena ada melibatkan pihak kepolisian," tuturnya.
Di tempat terpisah, Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono, menghimbau kepada seluruh masyarakat Rohul jangan percaya dengan kupon berhadiah, itu murni penipuan meskipun mengatasnamakan polisi.
"Kita kepada masyarakat jangan percaya hal seperti, apalagi dengan memberikan hadiah tetapi harus menyetor uang lebih duluan, kalau memang dapat hadiah kasih saja, ngapain harus disuruh mengirim uangnya," tuturnya.
"Secara tegas sampaikan pada seluruh lapisan masyarakat Rohul, jangan sekali-kali percaya terhadap hal itu, jelas-jelas hal tersebut penipuan, apalagi sudah ada permintaan untuk menyetorkan uangnya," tukasnya.(dpr/raj)