Ahmad Syah: Jadikan Ibadah Qurban Sebagai Meningkatkan Keikhlasan dan Ketulusan
DURI – Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie mengajak seluruh umat Islam di Kecamatan Mandau menjadikan ibadah kurban sebagai salah satu momentum untuk meningkatkan keikhlasan dan ketulusan. Meningkatkan kesalehan sosial antar sesama. Meningkatkan semangat berkurban untuk berkorban.
“Kurban dari sosial membagi-bagikan rezeki berhak menerimanya. Namun lebih dari itu, ada pesan-pesan khusus bahwa keikhlasan dan ketulusan kita dalam berkorban merupakan suatu pengabdian. Bagian dari prilaku sosial kita dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama yang senantiasa harus dipupuk dan ditumbuhkembangkan,” ajaknya.
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Provinsi Riau ini menyampaikan itu ketika memberikan sambutan singkat sebelum pembagian dagian kurban di Masjid Al-Rafah Duri, Kecamatan Mandau, Sabtu (26/9/2015) siang.
Menurut panitia kurban di masjid yang berlokasi di Jalan Hang Tuah Duri itu, jumlah hewan kurban yang disembelih sebanyak 27 ekor, baik itu yang berasal dari jamaah masjid maupun sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kecamatan. Khusus dari jamaah masjid Al-Arafah sebanyak 23 ekor dengan peserta kurban 189 orang.
Sebelum menghadiri kegiatan penyerahan daging kurban, Ahmad Syah dan rombongan yang tiba lokasi saat waktu sholat fardhu zhuhur, usai melaksanakan sholat zhubur terlebih dahulu dijamu santap siang pengurus masjid di kantin di halaman belakang Masjid Ar-Arafah.
"Kita sudah siapkan gulai kambing spesial untuk Pj Bupati Bengkalis beserta rombongan. Selanjutnya, gulai kambing ini juga dihidangkan untuk panitia serta pengurus mesjid yang sudah berpartisipasi melaksanakan penyembelihan 27 ekor sapi dan 1 ekor kambing," kata Ketua Umum Pengurus Masjid Raya Arafah Duri, H Ridwan Yazid, sebelum santap siang.
Turut hadir juga dalam kesempatan yang sama, Camat Mandau H Hasan Basri, Kapolsek Mandau Kompol Taufiq Hidayat SIK SH, Ketua IKMR Mandau Indra Ferliza Dt Mangiang, sejumlah tokoh masyarakat yang ada di Mandau.
Sementara pejabat Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang mendampingi Ahmad Syah dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Heri Indra Putra.
Jamuan Makan Siang
Dengan nada sedikit bergurau, H Ahmad Syah Harrofie mengklarifikasi ketika panitia pelaksana menyebutnya jabatannya Bupati Bengkalis ketika diminta memberikan sambutan sebelum kegiatan penyerahan daging kurban di Masjid Al-Arafah Duri, Kecamatan Mandau, Sabtu (26/9/2015).
“Saya ini bukan Bupati Bengkalis, tetapi Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis. Karena hanya mendapat penugasan dan buka dipilih, tidak perlu mengeluarkan uang. Saat mengambil SK (Surat Keputusan) sebagai Pj Bupati Bengkalis dari Pelaksana Tugas Gubernur Riau, satu rupiah pun saya tidak mengeluarkan uang. Dapat SK, langsung kerja,” jelas Ahmad Syah.
Karena tidak memerlukan biaya, imbuh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Riau ini, tidak perlu meminta uang kepada siapapun. Misalnya kepada kepala dinas atau pegawai di Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
“Kalau ada yang mengatasnamakan saya pribadi atau jabatan meminta uang, apapun alasannya, itu jelas penipuan. Kepada kepala dinas dan seluruh pegawai saya hanya berpesan, bantu saya dengan bekerja sebaik-baiknya agar amanah yang dipercayakan ini dapat ditunaikan sebaik-baiknya. Hanya itu, tidak pernah minta uang pada mereka atau siapa pun juga,” tegas Ahmad Syah.
Klarifikasi ini kembali disampaikan ayah M Gilang Perdana Ahemsa ini terkait dengan adanya isu yang berkembang yang juga sampai ke telinganya bahwa dia ada meminta sejumlah uang kepada pihak-pihak tertentu terkait dengan jabatannya.
“Sekali lagi saya ingatkan, kalau ada yang meminta uang yang mengatasnamakan saya pribadi atau jabatan jangan dilayani. Itu jelas upaya penipuan untuk keuntungan pribadi yang bersangkutan. Tolong laporkan kepada saya,” pungkas Ahmad Syah.
Sebelum menghadiri kegiatan penyerahan daging kurban, oleh Ketua Umum Pengurus Masjid Al-Arafah, Ahmad Syah dan rombongan dijamu santap siang oleh Ketua Umum H Ridwan Yazid beserta pengurus lain dan pantia kurban di salah satu kantin di belakang di Masjid Al-Arafah.(dpr/sya)