Kerang di Pasar Bagansiapiapi Sulit Di Cari
BAGANSIAPIAPI - Permintaan warga makanan jenis kerang kerangan semakin tinggi. Apalagi makanan laut yang kaya nutrisi itu saat ini semakin jarang ditemui dipasar Bagansiapiapi, Bahkan warga yang biasanya senang mendapattkan kerat terpaksa memakan ikan setiap harinya. "Biasanya kerang ini banyak di jual di pasar Bagansiapiapi, namun saat ini kerang sangat sulit di cari. Bahkan saat ini hanya ikan yang di jual di pasar,ujar warga Bagansiapiapi, Rosma, di Pasar Datuk Rubiah di Bagansiapiapi.
Tambahnya, walaupun ada kerang di jual dengan harga sedikit mahal saat ini, namun tidak menjadi persoalan warga. Karna kerang makanan yang juga enak di masak,bagi saya kalau naik harganya dari harga normal saat ini tidak keberatan, hanya saat ini kerang nya yang sulit di cari,tegas Rosma. Sementara itu, Pedagang kerang dipasar datuk rubiah, Budiman (45) warga Bagan Hulu, Kecamatan Bangko. Minggu (23/2) menngaku, kerang saat ini sedikit sullit di caari karna tergantung dengan musiman,kalau musimnya banyak, maka tangkapan kerang di laut banyak. Namun kalau tidak musim maka sulit di dapat, namun yang banyak hanya ikan di laut,ungkap Budiman.
Dia mengatakan, dirinya biasa menjual kerang yang berasal dari hasil tangkapan nelayan asal desa Bagan Tanjung dan Sungai Deras kecamatan Sinaboi. Selain tahan lama, kerangnya pun terjamin dari penyakit bagi pemakannya,biasanya kerang banyak di dapat di laut sinoboi, namun saat ini sulit. Karna biasanya saya membeli kkerang dengan nelayan sinoboi. Namun karna tidak musim maka sulit kerang di dapat,tegas Budiman. Dari penjualan, sambungnya, kerang asal bagan tanjung lebih menguntungkan. Karena bisa bertahan sampai 3 hari. Sedangkan kerang hasil penangkaran, tidak bisa bertahan lama hanya mampu hidup satu hari. Untuk membedakan kerang asal sinaboi dengan kerang penangkaran, kata Budiman bisa dilihat dari isinya,Kalau kerang hasil penangkaran agak lebih gemuk sedangkan kerang bagan tanjung sedikit lebih tipis dagingny,"terang Budi.(anto)