PERTAMA UN, JUMLAH SOAL BAHASA INDONESIA KURANG
PINGGIR-Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMP se- Kecamatan Pinggir dan sekitarnya, Senin (5/5), ternyata ada menimbulkan beberapa persoalan dilapangan. Yaitu, kekurangan jumlah soal ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak kelompok kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP, akhirnya persoalan tersebut selesai dan tidak ada masalah. Sebab kekurangan soal untuk mata pelajaran bahasa Indonesia tersebut terjadi hampir disemua sekolah.
Seperti di SMPN 6, SMPS Avent dan SMPN 2 Pinggir, rata-rata soal lembaran UN kurang jumlah soalnya. Misalnya, soal tersebut berjumlah 45 soal, namun di lembaran soal hanya sampai 44 soal. Akan tetapi setelah pihak terkait berkoordinasi dengan pihak UPTD Pendidikan dan K3S Kecamatan Pinggir, akhirnya kekurangan soal tersebut dapat teratasi.
Proses pelaksaan UN di Kecamatan Pinggir pada hari pertamanya berjalan dengan lancar. Beberapa petugas dari kepolisian Polsek Pinggir, Bhanbinkamtibmas, dengan berpakaian biasa pun ditugaskan untuk melakukan pengawasan dan pengamanan. Kapolsek Pinggir, Kompol Hendrik Sitompul SH, saat di konfirmasi terkait adanya petugas berpakaian biasa saat mengawasi UN, menyatakan, itu memang sudah kebijakan Polda Riau yang di sampaikan ke masing-masing Polres seperti Polres Bengkalis. Dengan tujuan agar para peserta UN lebih tenang dan santai dalam mengikuti serta menyelesaikan UN, terang Kompol Hendrik S, SH.
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pinggir, Hj Kholijah, menyatakan, bahwa apa yang disampaikan di atas tersebut benar. Akan tetapi, seluruh kekurangan sudah kita atasi semua. Inysa Allah, semuanya berjalan lancar karena berdasarkan hasil pantauan saya ini belum di temukan permasalahan yang fatal. Semuan berjalan sukses, dan saya berharap kepada siswa peserta UN, benar-benar serius dalam menjawab setiap lembaran soal yang ada. Semoga pada Tahun ini, semua siswa peserta UN dapat lulus 100%, ungkap Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pinggir. -efn-