PUPUK SUBSIDI YANG DITERIMA PENGECER TIDAK MEMENUHI KUOTA
PINGGIR-Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mempunyai komitmen yang kuat untuk memajukan serta mensejahterahkan kehidupan para petani. Berbagai program pemerintah pun terciptakan, dari program memberikan bantuan dalam bentuk barang atau perlengkapan alat-alat pertanian, program bantuan dana, serta termasuk program pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan untuk penyediaan pupuk bersubsidi.
Akan tetapi realita di lapangan yang terjadi sangatlah berbeda. Apa yang telah diprogramkan oleh pemerintah pusat atau pun daerah dalam hal untuk mensejahterahkan para petani, ternyata tidak sesuai dengan harapan. Kenyataannya dari beberapa program-program tersebut di duga hanya di nikmati oleh oknum-oknum tertentu saja. Seperti halnya program pemerintah dalam hal penyedian pupuk bersubsidi. Yang terjadi dilapangan pantauan Portal Riau, para petani tersebut sangatlah kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi.
Kecamatan Pinggir, Bengkalis, mayoritas masyarakatnya adalah bermata pencarian petani dan berkebun. Kebutuhan akan berbagai fasilitas atau informasi akan pertanian atau pun perkebunan, serta kebutuhan akan pupuk subsidi, sangatlah minim/susah diperoleh para petani.
Pantauan Portal Riau disalah seorang pengecer pupuk subsidi di Kecamatan PInggir yang namanya tidak mau di publikasikan menjelaskan, jelas kekurangan bang, soalnya semua kuota pupuk subsidi yang kami terima atau yang dikirimkan distributor kepada kami jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah kuota kelompok kami. Misalnya, jumlah kuota kebutuhan kelompok kami ada 80 Ton untuk satu jenis pupuk, akan tetapi yang dikirim atau kami terima hanya 10 Ton saja. Ya.., terpaksa kami bagi rata kepada semua kelompok tani yang ada. Salah nya dimana kami pun sebagai pengecer ini tidak tahu bang, ungkap pengecer tersebut.
Harapan kami sebagai pengecer atau pun yang mewakili teman-teman petani khususnya di Kecamatan Pinggir ini, untuk pihak-pihak terkait dalam melaksanakan program pemerintah Nasional untuk mendukung ketahanan pangan Nasional khususnya dalam penyediaan bantuan pupuk subsidi kepada masyarakat petani, agar pelaksanannya benar-benar lah dilaksanakan. Jangan hanya sekedar wacana saja program pemerintah memberikan bantuan kepada para petani dalam memperoleh pupuk subsidi. Jumlah kuota para kelompok janganlah dikurangi selalu, tegas pengecer dengan nada kesal.
Sebelumnya Kepala UPTD Perkebunan dan Kehutanan Kecamatan Pinggir, Mushon, saat ditemui tim di ruangan kantornya beberapa waktu yang lalu, menjelaskan, kuota untuk pupuk subsidi sebelumya kan sudah ditentukan, jadi yang sesuai dengan kuota tersebutlah yang tersedia. Seperti untuk Tahun 2014 ini, kuota pupuk subsidi yang dikeluarkan harus sesuai dengan SK Bupati. Benar Tahun2014 ini jumlah kuotanya berkurang dari Tahun 2013 yang lalu, terang Mushon. -efn-