Riau: 22 Proyek Provinsi Diresmikan Gubri Rusli
PEKANBARU, PORTALRIAU.COM- Sebanyak 22 proyek pembangunan Provinsi Riau telah diresmikan kemarin, Kamis (14/03) oleh Gubernur Rusli Zainal di Venue Atletik Sport Centre Rumbai, Pekanbaru. Walau demikian Rusli mengaku masih ada sejumlah proyek yang belum diresmikan. Bahkan masih meninggalkan hutang. Seperti Stadion Utama Riau misalnya. Stadion yang menjadi kebanggaan Riau di kancah internasional tersebut ternyata masih menyimpang hutang. Namun politisi Partai Golkar ini enggan menyebut dan merinci berapa jumlah hutang yang belum diselesaikan oleh pemerintah terhadap proyek tersebut."Urusan hutang piutang kita akan segera selesaikan. Tentunya lewat proses. Kita pasti selesaikan pembayaran. Sehingga Stadion Utama Riau bisa kita resmikan segera," ulas pria yang mengenakan kacamata itu kepada awak media massa. Dijelaskan Rusli nantinya penyelesaian pembayaran hutang pembangunan Stadion Utama Riau bakal dilakukan secara baik. Ia pun mengatakan penyelesaian pembayaran jangan sampai melanggar hukum. Maka dari itu, Rusli mengaku bakal menempuh prosedur yang sesuai untuk penyelesaian masalah tersebut.
Menurutnya, pembayaran bakal dilakukan segera. Apalagi rencananya Stadion Utama Riau juga jadi pusat kegiatan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 pada Juni mendatang. Lebih lanjut, kata Rusli, ada juga 7 athlete village yang kini belum diresmikan. Lokasinya berada di sejumlah kampus di Pekanbaru. Kemudian tambahnya sejumlah proyek Provinsi Riau lainnya juga masih dalam proses. Seperti proyek Tol Dumai, adanya Kapal Roro Dumai-Malaka. Bahkan pada program Visi 2020, Riau bakal mewujudkan jembatan Rupat-Malaka. Sehingga Riau pun dihubungkan langsung oleh jembatan dengan kawasan strategis itu. Pada peresmian kemarin sebanyak 22 proyek pembangunan fisik di Riau telah diresmikan. 13 diantara proyek tersebut telah menjadi lokasi venue PON XVIII silam. Yakni Venue Atletik, Venue Baseball, Venue Volley Indoor, Venue Panahan dan Venue Sepak Takraw. Kemudian juga Venue Tenis Lapangan, Hall Basket Sport Centre Rumbai, Gelanggang Remaja, Gedung Aquatic Sport Centre Rumbai, Hall Senam Sport Centre Rumbai, Venue Panjat Tebing dan Venue Squash Main Stadium. Ditambah Asrama Atlet yang berlokasi di Sport Centre Rumbai. Proyek lainnya yakni prasarana jalan di Pekanbaru. Ada tiga proyek yang diresmikan yaitu Fly over Tuanku Tambusai dan Fly over Imam Munandar. Ditambah Jalan Akses menuju bangunan baru Bandara SKK II dan Jalan Naga Sakti yang merupakan akses menuju Stadion Utama Riau. Tak hanya itu juga diresmikan empat bangunan yakni Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, Kantor Dishub Riau, Kantor Dekranasda dan Bangunan VIP Lancang Kuning di Bandara SSK II. Ditambah dua bangunan lagi yaitu Masjid Al-Hidayah Kantor Gubernur Riau dan Tugu titik nol.
Lebih lanjut kata Rusli, untuk pemeliharan bangunan yang sudah diresmikan, terutama venue nantinya akan dibentuk badan pengelola. Sehingga pemerliharaan terhadap bangunan akan keberlanjutan. Apalagi venue bisa dimanfaatkan sebagai sarana olahraga. Pasca PON XVIII silam, sarana olahraga telah dibangun di Pekanbaru. Bahkan tersebar sejumlah universitas diantaranya venua Panjat Tebing dan Baseball di Universitas Riau. Kemudian Arena Panahan dan Volley Indoor di Universitas Islam Riau. Ada juga sejumlah venue yang berpusat di Sport Center Rumbai. "Semua bangunan ini bakal jadi Marwah Masyarakat Riau. Jadi harus dikelola pemeliharaannya. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh generasi mendatang," ulas Rusli. Secara keseluruhan nilai aset proyek yang diresmikan tersebut senilai Rp 1,1 Triliun. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau Ramli Walid. Ramli menjelaskkan bahwa pembangunan ini dilakukan pada rentang waktu 2007 hingga 2012. Proyek dilakukan untuk pembangunan di bidang keolahragaan, prasarana jalan dan bangunan fisik lainnya. (*)