2.000 Ha Lahan Padi Tak Tergarap Di Bangko dan Sinaboi
BAGANSIAPIAPI (Pepos) - Ribuan hektar ladang padi sistim tadah hujan di Kecamatan Bangko dan Sinaboi saat ini tak tergarap. Penyebabnya selain belum masuk musim tanam, juga disebabkan
ketiadaan sumber air sebagai sumber pengairan ladang padi.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Pemkab Rohil Ir H Muslim, Senin (30/6) kepada Pekanbaru Pos, di Bagan Centre, Batu Enam, Bagansiapiapi.
Saat ini ada lebih kurang 2.000 ha lahan padi di Sinaboi dan Bangko terbiar tidak bisa digarap disebabkan kondisi yang belum masuk musim penghujan, serta belum memasuki musim tanam, kata Muslim, mengenai kondisi lahan padi di dua kecamatan central penghasil padi di Rohil ini.
Rendahnya curah hujan, terang Muslim, menyebabkan petani enggan menanam tanaman palawija pasca panen padi. Menanam palawija pascra panen padi, jelas Muslim merupakan kebiasaan petani di Sinaboi dan Bangko, serta beberapa kecamatan penghasil padi lainnya di Rohil.
Biasa pasca panen masyarakat petani di sana menanam palawija. Tapi karena kondisi saat ini tidak ada sumber air buat mengairi ladang, maka petani juga tidak mau mengambil resiko menanam tanaman palawija. Kalau dilakukan maka tanaman bisa kekurangan air dan mati, sehingga bisa menyebabkan petani mengalami kerugian, terang Muslim.
Sumber air yang layak di daerah ini, jelasnya, juga terbatas. Dekatnya laut menyebabkan air asin bisa memasuki sungai disaat air pasang, sehingga menyebabkan air tidak dapat dimanfaatkan menjadi air untuk mengairi sawah.
Sumber air buat mengairi sawah di daerah tersebut minim dan cepat mengering di musim panas saat ini. Tapi kalau musim penghujan, ladang-ladang malah banjir. Persoalam-persoalan begini akan menjadi masukan kita dalam mengatasi kendala pertanian di Rohil, jelasnya. (ran)