2.207 Rumah di Pekanbaru Kebanjiran
Portalriau.com--PEKANBARU- Curah hujan yang sangat tinggi dini hari kemarin memicu banjir di banyak kasasan di Pekanbaru, Jumat (6/12/13) kemarin. Musibah yang berlangsung belasan jam tersebut tergolong paling besar dibanding banjir-banjir akibat hujan yang terjadi selama ini. Berdasarkan data yang disampaikan Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi menyebutkan bahwa banjir yang terjadi kemarin meredam 2.207 rumah warga di sejumlah kecamatan.
"Berdasarkan data yang kita terima dari Kesbangpol dan Linmas, banjir kemarin merendam 2.207 rumah masyarakat di sejumlah lokasi," ujarnya kepada riauterkinicom di Pekanbaru, Sabtu (7/12/13). Dijelaskan Ayat Cahyadi, bahwa banjir paling parah terjadi Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan. Banjir tersebar di 12 lokasi dan merendam 1.200 rumah warga. di Kelurahan Maharatu, Kecamatan Bukitraya. Di kawasan tersebut sebanyak 342 rumah warga di 4 lokasi tergenang. Kemudian Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai terdapat 4 lokasi banjir dengan 250 rumah warga terendam.
Selanjutnya kelurahan Tampan 100 rumah terendam. Kelurahan Labuhbaru Timur 76 rumah. Kelurahan Palas 120 rumah terendam serta Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya 50 rumah terendam. Selain mengakibatkan 2.207 rumah warga terendam, banjir di Pekanbaru juga menyebabkan seorang bocah berusia 5 tahun hilang diseret derasnya arus air. Sampai saat ini anak warga Jalan Uka, Simpang Baru, Tampan tersebut belum ditemukan. Ayat Cahyadi mengatakan, sebagai langkah penanggulangan banjir, Pemko Pekanbaru telah melakukan sejumlah langkah. Seperti mengevakuasi warga dari kawasan banjir dan menyalurkan bantuan. Lebih lanjut Ayat mengatakan, untuk mengantisipasi banjir terulang, pihak akan melakukan revitalisasi fungsi drainase. "Banyak drainase yang tersebut sehingga ketika hujan air tak mengalir lancar dan memicu terjadinya banjir," demikian penjelasannya.***(mad/rtc)