24, Bangunan Astaka MTQ Rohil Segera Tuntas
BAGANSIAPIAPI - di targetkan tanggal 24 April, Pembangunan Astaka untuk tempat pelaksanaan Musyabaqoh Tilawatil Qur,an (MTQ) ke-11 tingkat Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) akan segera selesai, sehingga bagunan tersebut akan segera di fuungsikan guna peelaksanaan MTQ tersebut.
Deadline seluruh bangunan astaka MTQ Rohil akan tuntas pada tanggal 24 April 2014 mendatang, atau dua hari sebelum pelaksanaan pada tanggal 26 April 2014, ujar ketua koordinator lapangan MTQ Rohil, Syafruddin alias Iput, Kamis (10/4) di Bagansiapiapi.
Menurutnya, bahwa bangunan MTQ Rohil saat ini terus di gesa persiapanya, karna sesudah bangunan MTQ ini akan ada nantinya bagunan yang akan di bangun, Sesudah itu persiapan gedung olah raga untuk pawai taqruf dan pelantikan dewan hakim, pembangunan astaka kecil dan mimbar tilawah, gedung Cipta karya akan kita berdayakan untuk tempat perlombaan Tahmil dan Taktim, terang Iput.
Dia mengatakan, Kegiatan MTQ ini nantinya akan mencari Qori dan Qoriah terbaik Rohil yang kelak akan dipersiapkan untuk mengikuti even MTQ besar tingkat Riau dan Nasional di Batam, dan persiapan kkabupaten Rohil dalam mengikuti pelaksanaan MTQ tingkat provinsi Riau yang berlangsung di kabupaten Bengkalis nanti, maka dalam pelaksanaan MTQ ini nantinya mendapatkan yang terbaik, beber Syarifudin.
Lanjutnya, bahwa Al-Qur,an merupakan kitab Allah yang diturunkan untuk pedoman ummat Islam sebagai mukzizat kepada Rasulullah Muhammad SAW, sehingga kandungan isi Al-Qur,an terpelihara kemudian dapat dijadikan pedoman dalam menjalani hidup dan kehidupan yang sesuai pada setiap zaman.
bahwa Al-Qur,an juga sangat baik di jadikan pegangan karena mengandung peraturan yang mengatur tingkah laku dan tata cara hidup manusia baik secara individu maupun secara bermasyarakat. Kandungan Al-Qur,an yang perlu dipelajari dan dihayati oleh ummat manusia, karena kandungan isinya memuat falsafah, kisah-kisah atau sejarah sebagai ilmu pengetahuan atau pelajaran yang dapat diberikan kepada anak cucu secara turun temurun, cerita Syarifudin.(anto)