35 Persen Kebutuhan Beras di Pasok dari Luar Pemkab Rohul Optimis Capai Swasembada Beras 2015
Portalriau.com.-Sekitar 35 Persen kebutuhan beras untuk pangan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) masih dipasok dari luar daerah seperti Provinsi Sumbar, Sumut, Lampung dan lainnya. Tapi Pemkab Rohul masioh optimis bisa mencapai target swasembada beras tahun 2015. Persentasi itu, terungkap dari pernyataan Wakil Bupati Rohul Ir. H. Hafith Syukri, MM, di Pasir Pengaraian, Rabu (25/9/2013), lonjakan pertumbuhan penduduk di Rohul membuat target swasembada beras tahun 2015, mengalami kendalanya intansi terkait harus bekerja keras dan maksimal, sehingga bisa dicapai sesuai harapan.
Dalam plaining project data dari Dinas Tanaman Pangan dan Holti Kultura (TPH) Rohul tahun 2011 lalu, kuantitas jumlah penduduk di Rohul sebanyak 501.422 jiwa, sedangkan produksi padi di Rohul sekitar 59.649 ton per tahun, waktu itu kekurangan dan harus dipasok dari luar sebanyak 15.477 ton pertahun.
Kemudian tahun 2012 produksi padi sebanyak 69.758 ton pertahun dengan junmlah penduduk 545.210 jiwa, kekuarang beras sebanyak 13.602 ton pertahun. Sedangkan di tahun 2013 sampai bulan Agustus lalu, produksi padi sebanyak 57.272 ton, cuma terjadi kenaikan angka statis penduduk hingga mencapai 610.010 jiwa.
Namun Hafith Syukri, masih optimis program swasembada beras di Rohul bisa tercapai, setidaknya mendekati dari target, jika ada 2 hal bisa dilakukan secara signifikan yakni pertama intensifikasi yaitu peningkatan kemampuan petani serta penggunaan tenkhnologi pertanian dengan tepat sasaran.
Kedua kata Wabup Rohul Ekstensifikasi, yakni lahan pertanian, bisa ditingkatkan, kalau saat ini hanya memiliki lahan sekitar 4500 hektar, maka target 5000 hektar lahan yang akan dibangun itu harus dilakukan dengan sebaik mungkin, maka TPH Rohul harus ada kordinasi signifikan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Rohul.
"Cepat pertumbuhan penduduk menjadi kenadala serius untuk mencapai target tersebut, tapi kita tetap komit agar target itu bisa tercapai dengan maksimal, setidak mendekati dari target yang kita buat," harap Hafith.
Tambah Wabup Rohul, saat ini lajunya pertumbuhan pendudukan, karena banyak warga dari daerah Provinsi Sumbar dan Sumut eksodus ke Rohul, sehingga kuantitas penduduk itu melonjak tinggi, kalau perencanaanya sesuai keadaan masyarakat di Rohul tahun 2011 lalu itu sudah bisa diprogramkan.
Di tempat yang sama, Kadis TPH Rohul Ir. Sri Hardono, MM menungkapkan, kendala dalam mencapai program swasembada beras tahun 2015 mendatang, selain faktor lajur arus pertubuhan penduduk, juga banyaknya masyarakat di Rohul mengalihfungsikan lahan persawahan dengan tanaman lainnya seperti karet dan Kelapa Sawit.
"Hasil kordinasi kita dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Rohul, pertumbuhan penduduk di Rohul makin karena ada yang datang dari daerah luar, sehingga menyebakan sulit untuk mencapai target itu," tutup Sri Hardono (adv/hms/red )