48 Pemuda dan Masyarakat Dapatkan Pelatihan di BLK Rohul
Rokan Hulu, Portalriau.com -Sebanyak 48 pemuda, kaum ibu dan msyarakat dari berabagai daerah di Rohul, mendapatkan pelatihan di Unit Pelatihan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (UP TLK Disnakertrans) Riau atau Balai Latihan kerja (BLK) Rohul, Rabu (3/6).
Gedung BLK Rohul, berada dekat kawasan Perkantoran Pemkab Rohul dan sudah memberikan pelatihan sejak 2009 lalu, sudah mendidik dan melatih untuk 5 angkatan, pelatihan itu sendiri, dibagi tiga kelas, masing-masing 16 orang diberikan pelatihan kelistrikan, 16 lainnya tata boga (kaum remaja putri dan ibu-ibu) serta 16 lagi mengenai mesin mobil bensin.
Keterangan disampaikan, informasi Instruktur kelas kelistrikan Joni Fitri dan instruktur kelas mobil bensin, Basmara Alguna, pelatihan diberikan untuk 480 jam atau 48 hari atau selama 2 bulan, para remaja dan kaum ibu dilatih secara gratis, bahkan diberikan uang makan siang serta dibantu uang transport per harinya dan besarnya tergantung kemampuan anggaran
“Target pelatihan nanti mereka dibekali keterampilan secara langsung mereka, usai jalani pelatihan siap bekerja, bahkan kita beri pelatihan agar bisa bekerja dan sebab, setengah mereka pengangguran malah masih pelajar,” Joni.
Mereka juga menjalani pelatihan dan dimagangkan selama 2 hingga 3 bulan, systemnya, mereka nanti setelah jalani pelatihan trampil serta siap bekerja, Ungkap Basmara, mengenai peran Pemkab Rohul khususnya Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Rohul dalam pembinaan dan pelatihan tersebut, dilakukan koordinasi, anggaran pembinaan dan pelatihan itu sendiri bersumber dari APBN pelatihannya bersifat non institusional pembinaannya langsung ke desa-desa.
“Kita hanya berikan latihan dan pembinaan, sehingga nanti mereka benar-benar menguasai bidang sesuai kelasnya, setelah mereka keluar dan selesai dapat pembinaan, harapan mereka sudah siap bekerja, karena memiliki keterampilan” kata Joni lagi.
Seterusnya Lanjut Joni, diutarakan, anggaran dari APBD Riau sifatnya institusional sperti pembinaan di UP UP TLK Disnakertrans, bahkan angkatan ke 5 yang kini jalani pelatihan, diperkirakan usai Idul Fitri (lebaran) sudah tuntas mengikuti kegiatan pelatihan, akan masuk baru dan direncanakan juga akan ditambah kelas lainnya, hanya saja, saat ini kesulitan listrik PLN, karena sampai saat ini masih menggunakan ginset.
“Bila sudah teraliri listrik PLN, maka bisa juga dibuka untuk kelas menjahit dan lainnya, kita harap, masalah listrik bisa diatasi, apalagi sudah melaporkannya ke Dinas Bina Pertambangan dan Eenergi,” pungkas Joni. (Rocky)