6 Bacokan, Satpam PT.ADEI P&I Pinggir Koma
Pinggir-Naas yang menimpa ALdo Gindo Sihombing, yang merupakan tenaga kerja pengaman perkebunan PT.Adei P&I di Kecamatan Pinggir, terbaring koma di rumah sakit Santa Maria (Pekan Baru), dengan 6 luka bacokan di sekujur tubuhnya.
Kejadian berawal, Kamis (3/7), tepatnya pkl.17.30, Aldo yang seperti biasanya melakukan tugas pengamanannya berpatroli keliling di wilayah kms 3 pos 4 Desa Kuala Penaso di perkebunan PT.Adei. Namun naas bagi Aldo, tepat di lokasi PE 18 areal pos 4 KMS 3 Desa Kualo Penaso, Aldo sudah terduduk menahan luka bacok di sekujur tubuhnya, yang di duga dilakukan oleh para maling atau ninja sawit, terang Gesmon Silalahi yang merupakan rekan kerja korban sama-sama tenaga pengamanan kepada awak media, (4/7).
Dan ketika awak media melakukan konfirmasi kepada Maraden Sihotang, yang juga merupakan tenaga pengamanan saat itu berada di pos 5 dan juga yang pertama sekali membantun korban di lapangan, mengatakan, sore itu teman satu pos saya, Robin Simanjuntak, ketika berpatroli ke lapangan mendapat telepon dari korban. Kata korban di telepon, bang tolong saya, saya sudah dibacok di PE 18. Lalu oleh Robin S, informasi tersebut di laporkan kepada saya yang stanby di pos 5. Dan langsung kami menuju lokasi PE 18, dan sesampainya di lokasi tersebut Aldo sudah terduduk dengan bersimbah darah di sekujur tubuhnya. Dan segera kami membawa korban dengan menggunakan mobil ke Rumah Sakit Permata Hati.
Lanjutnya, oleh karena luka korban terlalu parah, lalu pihak Permata Hati kemudian merujuk korban ke Rumah Sakit Santa Maria di Pekan Baru, terang Maraden Sihotang di halaman kantor Polsek Pinggir, (4/7).
Sementara Kapolsek Pinggir, melalui Kanit Reskrim nya, Ipda Rudi Butar-Butar, membenarkan peristiwa pembacokan tersebut. Dan melalui telepon selulernya mengatakan, saat ini masih tahap lidik. Dan belum ada satupun indintifikasi pelaku yang jelas mengarah. Dari pada itu di harapkan kepada semua pihak harus bersabar. Pihak kepolisian Polsek Pinggir akan bekerja keras mengungkap siapa pelakunya, terang Ipda Rudi Butar-Butar. -efn-