PWI Rohil Gelar Dialog Wawasan Kebangsaan
BAGANSIAPIAPI - Wilayah perbatasan dinilai sangat rawan munculnya konflik. Namun, sangat disayangkan perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah perbatasan salah satunya di Rokan Hilir sangat minim.
Demikian hal itu ditegaskan Ketua Persatuan Wartawan Indonesi (PWI) perwakilan Rokan Hilir, Jaka Abdila disela acara dialog wawasan kebangsaan pengelolaan kawasan perbatasan yang dilaksanakan di aula lantai V Hotel Lion, Kamis (26/6) di Bagansiapiapi.
Ini isu yang perlu di angka mengingat Rokan Hilir sangat strategis bukan hanya wilayah bagian barat akan tetapi Republik indonesia. Selama ini pengelolaan perbatasan belum mendapatkan perhatian yang serius dan bahkan kita menilai perhatian pusat sangat mini terhadap wilayah perbatasan ini. Makanya, sekarang ini kita melakukan dialog guna mengetahui apa harapan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sdm di wilayah perbatasan tersebut, kata Jaka Abdila.
Kegiatan yang dihadiri oleh bupati, H Suyatno dan Asisten III bidang Kesra Setda Rokan Hilir, H Azhar SE serta mahasiswa, organisasi pemuda dan masyarakat, HNSI dan tukang becak ini berlangsung selama satu hari. Sementara itu bupati Rokan Hilir, H Suyatno dalam sambutanya saat membuka kegiatan tersebut mengatakann, apa yang disampaikan oleh Ketua PWI tersebut sangat benar. Diakui bupati, pemerintah selalu lalai dengan persoalan perbatasan, padahal hal ini sangat penting.
Rokan Hilir merupakan daerah yang sangat luas, selain berbatasan langsung dengan berbagai daerah seperti Sumatra Utara (Sumut), Dumai, Duri, dan Rokan Hulu di bagian darat bagian laut pula berbatasan langsung dengan selat Malaka. Dari sekian banyak daerah perbatasan, wilayah yang harus di pandang perlu mendapatkan perhatian adalah Pulau Jemur. Ini satu-satunya aset yang kita miliki, dan selama ini gugusan pulau yang memiliki pemandangan dan kekayaan laut ini hanya diperhatian oleh pemerintah Kabupaten saja, kata bupati.
Seharusnya pulau ini harus di perhatian Pemprov dan pemerintah pusat sebab, pulau ini bukan hanya milik Rokan Hilir akan tetpai Indonesia. Provinsi dan pusat harus ikut andil dalam memperhatian pulau ini, karena pulau ini pulau terluar. Namun, kita bersukur karena belakangan ini Pemprov Riau telah memperhatikan pulau ini dengan membangunkan jembatan apung yang menghubungkan dua pulau, kata bupati.
Dirinya berharap, pulau ini dapat terus diperhatikan lantaran sudah beberapa kali di klem daerah lain dan bahkan negara Malaysia. Kita hanya berharap jangan sampai pulau yang selama ini kita jaga dan dibangunkan berbagai sarana ini diambil negara luar, harapnya.(anto)