Ajukan Anggaran 100 Juta 2014, Disprindag Perketat Pengawasan
Portalriau.com - BAGANSIAPIAPI - Pada 2014 mendatang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rokan Hilir akan melakukan pengetatan pengawasan terhadap barang pokok makanan yang akan beredar di Rohil, untuk melakukan itu Disprindag mengajukan anggran sebesar Rp100 juta ke APBD 2014.
"Disprindag Rohil akan mengusulkan anggaran dana pengawasan barang bersubsidi untuk tahun anggaran 2014 ke APBD sebesar Rp100 juta,"ujar Kasi Pembinaan dan Distrubusi Disperindag Rohil, Nasrullah Anata, Rabu (18/12) di Bagansiapiapi.
Menurutnya, Perlunya dana Anggaran untuk pengawasan agar penyaluran dan distribusi bahan bersubsidi maupun harga benar-benar aman sampai kepada masyarakat diwilayah Rohil,"Disprindag sudah mengusulkan Anggaran dana pengawasan barang dan bahan bersubsisi seperti BBM, pupuk dan bahan subsidi lain yang disubsidi pemerintah, penyaluran maupun harganya betul-betul aman sampai ke masyarakat Rohil nantinya,"tegas Nasrullah Anata.
Dijelaskan Nasrullah, hingga saat ini kendala dimana kelangkaan maupun harga gas elpiji tabung 3 Kg yang tinggi juga diakibatkan oleh salah satunya akibat tidak adanya anggaran pengawasan di lapangan, sehingga harga elpiji bersubsidi tahun 2013 melambung harganya di masyarakat,"Dana pengawasan untuk bahan bersubsidi selama tahun 2013 ini tidak ada sama sekali di Disprindag. Makanya belajar dari itu untuk tahun anggaran 2004 telah kita usulkan penganggarannya sebesar Rp100 juta kke APBD,"ungkap Nasrullah.
Diakui Nasrullah, kendati harga gas elpiji tabung 3 kg di Rohil mengalami kenaikan hingga mencapai harga Rp19 ribu di tingkat pengecer, namun setakad ini belum seorangpun warga yang melaporkan kenaikan harga tersebut kepada dinas terkait. Maka untuk antisipasti kedepanya akan dianggarankan dana pengawasan. "Walau harga gas elpiji 3 Kg di tingkat pengecer mencapai Rp 19 ribu, namun warga tampak masih tenang-tenang saja dan tidak ada nampak keresahan. Buktinya hingga saat ini belum ada warga yang melaporkan dan komplain atas kenaikan gas elpiji tersebut," tutur Nasrullah.(anto)