Anggota kud rimba mutiara Meradang,2.450 hektar lahan di caplok PT.KTU
Jumat, 30 Mei 2014 15:52 WIB
Pekanbaru.... Ratusan orang anggota kelompok Koperasi Rimba Mutiara, Desa Teluk Rimba, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, protes kinerja pengurus koperasi yang diduga banyak menyelewengkan dana koperasi yang mana seharusnya itu adalah hak anggota.
Selain dugaan penggelapan dana koperasi senilai lebih kurang Rp7 miliar, kinerja pengurus koperasi juga di nilai bobrok. Pasalnya, dimana dahulu lahan kelompok koperasi seluas 5 ribu hektar yang terdiri dari tiga desa di Kecamatan Koto Gasib. Namun lahan tersebut setelah diukur kembali tahun 2014, lahan kelompok koperasi Rimba Mutiara hanya tinggal 2.650 hektar.
Menurut anggota koperasi, lahan hampir separuh dari keseluruhan itu hilang diduga dicaplok oleh PT Kimia Tirta Utama (KTU). Tentunya, pennyerobotan itu dilakukan oleh petinggi-petinggi pengurusan koparasi dan aparat pemerintah daerah selaku moderator guna memuluskan untuk memperkaya diri sendiri dan kepentingan peribadi.
Dampaknya, kesejahteraan anggota kelompok yang memiliki lahan dalam koperasi itu terusik. Guna menuangkan kekecewaan mereka, ratusan anggota kelompok itu melaporkan ketua kelompok koparasi itu kepada pihak kepolisian Mapolres Siak.
Dari keterangan sejumlah anggota koperasi, uang koparasi digunakan oleh ketua kelompok untuk kepentingan pribadi. Diantaranya, belum lama ini ketua kelompok mengajak 60 anggotanya ke Jakarta untuk menandatangani perjanjian (MoU) antara PT KTU dengan koperasi Rimba Mutiara.
Kami dapat uang saku Rp2 juta, tidur di hotel berbintang dan kami semua pergi di fasilitasi naik pesawat. Dugaan anggaran yang digunakan lebih Rp1 miliar, jelas Alias (56) jelang siang tadi.
Dijelasknya, ketua kelompok koparasi ini juga memiliki beberapa unit mobil mewah dan rumah mewah. Ketua kelompok ini memiliki 3 rumah mewah di Pekanbaru dan 1 unit di Bengkalis. Dugaan hasil kekayaannya dari uang dimana seharusnya milik anggota kelompok yang belum disetorkan, pungkasnya.
Sekretaris Koperasi Rimba Mutiara Anizar ketika dikonfirmasi membenarkan kalau pihak keperasi telah melakukan pengukuran kembali dan lahan yang dimiliki koparasi hanya tinggal 2650 hektar. Hanya itu yang ditemukan, kalau anggota masih berfikir semua pada peta lama. Saya selalu sekretaris koperasi siap berjuangkan kembali, kilah Anizar.
Ketika ditanya kemana uang sekian miliar yang seharusnya disetorkan kepada anggota, Anizar mengaku tak bisa memberikan komentar. Dia menyarankan untuk ditanya langsung kepada ketua. Semenjak 2003 kita baru kali ini mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Kali ini ketua tak hadir, sehingga penjabaran yang seharus di jelaskan ketua kepada anggota kemana uang pergi tidak bisa. Sehingga terjadi kekacauan seperti ini, katanya.
Hingga berita dinaikan ketua koperasi ketika ditemui di rumahnya dan dicari ke kantornya oleh wartawan selalu mengelak. Dan perkara ini juga sudah ditangani oleh polres Siak dan dinas terkait.
(Windy priyanto)