Antisipasi Abrasi di Aliran Sungai Batang Lubuh Warga Kampung Baru Berharap Dibangunkan Turap 300
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Mengantisipasi terjadinya abrasi tanah dan pemukiman masyarakat di tepian sungai Batang lubuh, warga Kampung Baru Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah, berharap agar dibangun turap sepanjang 300 meter di daerah mereka.
Pembangunan turap itu menurut warga Kampung Baru, mengantisipasi abrasi sungai Batang Lubuh yang terjadi selama ini. Akibat abrasi yang sudah terjadi sejak lama, sekitar 30 meter tanah warga yang berada di tepian Sungai kini sudah terjun ke sungai di bawa air.
Menurut sejumlah masyarakat Kampung Baru, sejak tahun 1995 warga diungsikan ke dataran yang lebih tinggi. Itu akibat daerah kampung Baru sering direndam banjir, terutama pada musim penghujuan. Bahkan kini, Kampung Baru yang lama tidak satu keluargapun berada bermukim dekat aliran sungai Batang Lubuh.
“Walapun Kampung tidak lagi dihuni penduduk, namun warga Kampung Baru minta Pemkab Rohul terutama Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Rohul, serta PU propinsi Riau bisa membangunkan turap sepanjang 300 meter di tepian aliran sungai Batang Lubuh atau tepat di hilir jembatan Batang Lubuh 2 Kampung Baru,”terang Bakri, Sekretaris Desa Koto Tinggi, Senin (13/10/2014).
Apalagi jelas Bakri, kawasan tanah masyarakat di tepian sungai Batang Lubuh, sudah abrasi terbawa air lebih kurang 30 meter dari kondisi tebing semula. Sehingga setiap tahunnya, kondisi tebing semakin berkurang akibat abrasi. Pembangunan turap tersebut, sebagai keinginan dari masyarakat Kampung Baru.
Juga diakui Bakri, sebelumnya warga belum pernah mengajukan pembangunan turap. “Namun pada tahun ini, warga melalui pemerintah desa akan ajukan pembangunan turap ke Dinas BMP RohulRohul yang nantinya diharapkan, bisa dilanjutkan ke Dinas PU Provinsi Riau, agar pada tahun 2015 mendatang pengajuan pembangunan turap sepanjang 300 meter bisa direalisasikan,”harap Bakri, mewakili aspirasi warga Kampung Baru. (Hendra)