Antisipasi Perambahan Rawa Seribu Dishutbun Akan Upayakan Pembendungan Rawa Seribu di Mahato
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul, mengupayakan melakukan pembendungan rawa seribu yang merupakan kawasan konservasi ikan arwana golden red yang ada di Desa Mahato Kecamatan Tambusai Utara, guna mengantisipasi perambahan kawasan tersebut.
Upaya pembendungan itu, menurut pihak Dishutbun juga sebagai bentuk mengembalikan fungsi rwa seribu seperti semula, sehingga tidak ada lagi aktifitas warga serta oknum, yang saling mengklain lahan di rawa seribu kedepannya.
“Bila upaya pembendungan terlaksana, maka tentunya akan ada pemukiman yang ikut terendam, sehingga warga harus diungsikan sebelum dibendung. Pembednungan itu, salah atu upaya dan jalan keluar, menyelematkan rawa seribu dari perambahan yang dilakukan tangan-tangan jahil karena keberadaan rawa seribu sudah dilindungan negara sebagai kawasan konservasi ikan arwana yang langka,”terang Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, SP.M.Si, Rabu (1/10/2014).
Sugiyarno menjelaskan, luas areal rawa seribu untuk konservasi ikan arwana sebelumnya luasnya 3700 hektar, namun kini hanya tinggal ratusan herktar saja akibat dilakukan perambahan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, termasuk masyarakat. Bahkan kawasan konservasi tersebut, sudah banyak alih fungsi ditanami kelapa sawit.
“Untuk menghentikan aktifitas perambahan di rawa seribu Desa Mahato, kita upayakan pembendungan rawa seribu, sehingga secara perlahan kebun-kebun yang ada di kawasan itu nantinya perlahan akan mati. Upaya pembendungan tersebut sudah kita disampaikan ke Bupati Rohul, Drs H Achmad M.,Si secara lisan, namun secara tertulis masih dalam proses,”
“Karena, untuk pembendungan akan mengeluarkan biaya besar. Tetapi jika upaya pembendungan terlaksana sudah barang tentu aktifitas perambahan terhenti dengan sendirinya,”ucap Sugiyarno. (Hendra)