APK PTPN3 Kebun Sei Baruhur :Paristaltic Penyebab Kematian Suwanto Di RSU Rantau Prapat
Portalriau.com - BAGAN SIAPIAPI - Tragis nian nasib Suwanto ,penduduk Dusun Suka Makmur !desa Kepenghuluan Bagan Nibung ,Kecamatan Simpang Kanan ,Rohil yang tews gara gara mencuri buah sawit kebun PTPN3 Sei Baruhur ,rabu 24/9/2014 di Rumah Sakit Uamum ( RSU )Rantau Prapat. Hasil pantauan dilapangan yang di himpun awak media ini , Suwanto yang sehari harinya sebagai penjual makanan ringan (kerupuk jangek ), namun naas baginya saat itu penjualan kerupuk mengalami penurunan akibat cuaca pada beberapa hari mendung terus menerus, sehingga toke tidak dapat melakukan penggorengan yang di sebabkan cuaca yang menghambat proses kegiatan tersebut.
Di sebabkan sudah beberapa minggu Suwanto tidak mendapat penghasilan ,teman temannyapun mengajak Suwanto untuk memanen liar buah sawit kebun PTP yang tidak berapa jauh dari rumah tinggal nya. Karena belanja dapur pun sudah kering kerontang , Suwanto pun tanpa pikir panjang lagi ,iSuwanto lantas menyambut ajakan teman temannya yang sudah sering melakukan pemanenan liar.
Namun naas bag Suwanto pada minggu subuh pukul 4:00wib, 21/9/2014 dirinya di gelandang oleh 6 pengamanan Kebun diantaranya 5 orang Securiti dan 1. orang Aparat Kepolisian Labu Sel yang di BKO kan di Kebun PTPN3 Sei Baruhur ,setelah mengumpulkan hasil panenannya persis di seberang parit bekoan yang berbatasan dengan pemukiman masyarakat
Menurut sumber yang di himpun Awak media ini, Pada pukul ,23:30 sebelum dilakukan penangkapan terlebih dahulu melakukan pengintaian intensif yang di kordinir oleh PAPAM Kebun dan Komandan Peleton Mhd Ali Hanafiah siregar dengan melakukan pengendapan dan pengintaian terlebih dahulu. Saat awak media ini menemui pihak Polsek Torgamba , cq Kanit Reskrim Ipda Panjaitan mengatakan, kami hanya melakukan Proses 363 (kasus pencurian) saja,par Kanit Reskrim Torgamba.Untuk hal yang lain , itu kami kembalikan Ke Polsek asal (Simpang Kanan).
Berbeda dengan keterangan "Asisten Personalia Kebun (APK) Sei Baruhur Ir Thomas Nanda 2/10/2014 saat Awak Media ini berkunjun guna Konfirmasi dan Klarifikasi Seputar Kematian Suwanto 24/9/2014 yang lalu, Beliau menatakan secara rinci "bahwa kematian Suwanto bukan di karenakan penganiayaan , namun Suwanto mengalami gangguan "Peristaltic "( gangguan pencernaan sebagai akibat meminum minuman yang tidak layak untuk di konsumsi , hal itu sesuai yang di sampaikan Dokter Rumah Sakit Sri Torgamba saat Suwanto di rawat .
Menurut keterangan APK kebun Sei Baruhur ,tentang adanya berita miring dari 5 Security (Pengamanan Kebun) plus BKO dari kepolisian PolRes LABU SEL , mengapa di antara 6 orang tersebut hanya 3 orang saja yang di tahan oleh kepolisian Polres Ujung Tanjung,. Perlu saya terangkan ,lagi lagi ini wewenang Polisi, jadi kita tidak bisa mencampuri urusan Mereka (Kepolisian) ungkapnya tegas. Adapun nama nama Anggorta pengamanan kami adalah :
1.Tursila
2. Mukhtar3. Erwi Tindaon.
APK sangat merasa heran , jika asumsi miring yan beredar di masyarakat luas , bahwa penyebab ,kematian Suwanto di karenakan di aniaya pada saat penangkapan pada minggu subuh21/9/2014. APK juga mengakui bahwa hak perusahaan untuk menahan si pemanen liar 1 kali 24 jam paparnya menegaskan . jadi asumsi yang santer di masyarakat itu tidak benar sama sekali katanya tegas.
Untuk itu APK Sei Baruhur Ir Thomas Nanda berharap , meski adanya penangkapan terhadap 3 orang pemanen liar masing masing Suwanto (almarhum), Suratmin yang saat ini di tahan di Polresta Kota Pinang.yang satu lagi tidak di ketahui oleh merupakan wewenang kepolisian dan kita tunggu hasilnya ,apakah pihak Security kebun Sei Baruhur yang di Komandoi Mhd Ali Hanafiah Siregar terbukti bersalah atau tidak kita tunggu saja.Namun saat Awak media ini melanjutkan pertanyaan tentang 3 orang dari 5 Security ( satuan pengamanan Kebun ) Sei Baruhur yang di tahan oleh pihak kepolisian Polres Ujung Tanjung, beliau mengatakan ,penahanan bukan berarti terdakwa dan pembuktiannya di Pengadilan jawabnya.
Yang membuat APK Ir Thomas Nanda ,bertambah heran, adanya bocoran hasil Otopsi Suwanto dari Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Pematang Siantar ,bahwa Kematian Suwanto di,sebabkan Ginjal yang memar dan bengkak ,usus kecil robek dan bengkak ,dan ada tiga poin lagi bocoran hasil Otopsi yang belum bisa di pastikan kebenarannya kata Ir Thomas Nanda heran. Hasil otopsi itu tidak boleh di publikasikan atau di bocorkan ke Masyarakat katanya. Hasil Otopsi itu hanya bisa di keluarkan menunggu kepentingan Hukum katanya visum ,hanya boleh di ketahui pihak kepolisian apabila di butuhkan dalam penyidikan , imbuhnya.
Di tempat yang berbeda ,menurut pihak keluarga Suwanto dan Suratmin di Pemukiman dusun Suka Makmur saat di temui Awak media ini mengatakan , sampai saat ini pihak dari perusahaan , maupun perwakilannya belum ada satu kata "Duka Cita yang mendalam atas kematian yang di duga ,penganiayaan 5 personil pengamanan Kebun Plus Aparat Kepolisian yang di BKO kan di Kebun Sei Baruhur , terang keluarga korban sedih.