Asisten II Buka Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa
Portalriau.com PASIRPANGARAIAN, (Rokan Hulu)– Untuk meningkatkan pelayanan dibidang pengadaan barang dan jasa pemerintah, pada tahun 2014 Unit Layanan Pengadaan (ULP) akan dijadikan Satker baru yang struktural setara dengan UPTD dengan jabatan Eselon IV.
Hal ini dikatakan Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Setda Rokan Hulu H Syaipul Bahri MSi saat membuka pelatihan Pengadaan barang dan jasa bagi 50 orang peserta yang telah diutus oleh Satkernya masing-masing di
Sapadia Hotel Pasir Pangangarayan, Senin (10/6). Dikatakan Syaipul, bagi pejabat yang telah ditunjuk sebagai Panitia pengadaan barang jasa harus mendapatkan sertifikasi yang di keluarkan oleh LKPP pusat agar dalam penyediaan barang dan jasa sesuai dengan aturan yang ada dan mengacu Peraturan Pemerintah No 54 tahun 2010 atau perubahannya.
“Dalam peraturan tersebut sudah dijelaskan bagaimana penunjukan pejabat pengadaan barang dan jasa, di satuan Kerjanya harus lulus sertifikasi atau pelatihan pengadaan barang dan jasa yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu,” tukasnya.
Berdasarkan pengalaman tahun lalu, sambung Syaipul, dari 50 orang peserta pelatihan, yang lulus sertifikasi hanya 16 orang. Oleh karena bagi peserta yang telah diutus oleh Satuan Kerjanya untuk dapat lebih serius dalam mengikuti pelatihan, sehingga bisa lulus seratus persen. Karena yang melakukan pengujian adalah tim LKPP dari pusat, sementara Pemda hanya memfasilitasi.
“Kita minta kepada para peserta pelatihan bisa serius untuk mengikutinya agar bisa lulus dan ditunjuk sebagai panitia pengadaan barang dan jasa di satuan kerjanya,” Harap Syaiful . Sementara, Kabag Ekonomi Pembangunan Setda Rokan Hulu T Fauza menambahkan, untuk membentuk ULP sebagai Satker baru secara Nasional akan dilakukan tahun 2014. Menurutnya ini suatu langkah yang baik, karena akan lebih Fokus dan mandiri dalam pelayanan dan pengadaan barang dan jasa ini akan semakin membaik.
“Selama ini panitia yang ditunjuk merupakan orang yang memiliki tugas penting di satuan kerjannya, makannya ULP sementara ditinggalkan dulu dan hal ini terkadang membuat pelayanan tidak maksimal. Untuk itu, pada tahun 2014 nanti ULP akan menjadi Satker sendiri dan pejabatnya orang-orang khusus melayani dibidang pengadaan barang dan jasa,” terang Fauzan.
Selain itu, kata Fauzan, sistem pengadaan secara elektronik ini membuat kegiatan tersebut lebih trasparan, karena bisa dilihat semua orang melalui website. Makanya perlu peningkatan SDM dalam mengejar ketertinggalan IPTEK.
“Kita mendukung dibentuknya ULP sebagai Satker baru. Tentunya pelayanan dalam pengadaan barang dan jasa ini akan lebih maksimal karena sudah mandiri dan petugas yang ditunjuk permanen,” pungkasnya.(adv/hms/red)