Atasi Krisis Listrik di Rohul Dua Desa Diusulkan Dapat Distibusi Saluran Listrik Dari PLTGB
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Dua desa di Kecamatan Tambusai Utara, diusulkan Kepala Desa Rantau Saksi Kecamatan Tambusai Utara, bisa mendapat distribusi aliran listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTGb) Desa Rantau Sakti, yang baru diresmikan Wakil Mentri Energi Sumber Daya Mineral (Wamen-ESDM) RI pekan lalu.
Menurut informasi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Rohul, Drs Fajar Sidqy di ruang kerjanya, Rabu (30/9/2014), bahwa saat ini PLTGb tersebut sudah hasilkan 1 Mega Whatt (MW) daya maksimal dengan kapasitas daya yang baru terpakai, capai 300 Kilo Volt Amper (KPA) sehingga memungkinkan didistribusikan ke desa-desa terdekat.
Kata Fajar lagi, dengan sudah adanya PLTGb, nantinya jadi solusi dalam mengatasi kirisis energi listrik yang selama ini terjadi di Desa Rantau Sakti, Kecamatan Tambusai Utara.Persoalan itu tidak hanya di desa tersebut, sehingga kedepannya juga bisa dirasakan masyarakat Desa Rantau Kasai, Desa Mahato Sakti dan desa lainnnya di Kecamatan Tambusai.
Jelas Fajar lagi, pembangunan PLTBg yang telah menelan anggaran APBN tahun 2013 serta 2014 sebesar Rp 31 miliar, diharapkan kehadirannya mampu memenuhi kebutuhan listrik di Desa Mahato Sakti dan Rantau Kasai sekitarnya, termasuk bagi masyarakat yang berada di sekitaran pembangkit PLTGb.
“Dari 1 MW daya listrik PLTGb, masih tersisa sekitar 700 KVA lagi. Namun untuk perluasan jaringan warga nantinya harus mengeluarkan biaya, besaranya akan ditetapkan melalui musyawarah difasilitasi pemerintah daerah dengan Kepala Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rantau Sakti selaku pengelola PLTGb,”tegasnya.
Menurut Fajar Sidqy, saat ini sudah menjadwalkan musyawarah penetapan biaya swadaya antara 3 pihak akan dilakukan dalam pekan ini, selain itu juga memusyawarahkan penetapan biaya perluasan jaringan ke desa lainnya. Dalam rapat itu, nantinya juga akan menetapkan harga tariff listrik yang digunakan masyarakat. Hanya saja, sesuai amanat Wamen ESDM saat meresmikan PLTGb, diharapkan tarif listrik yang dibebankan ke masyarakat melalui PLTGb agar ditetapkan sepertiga lebih murah dibandingkan tarif listrik PLN.
Selain itu kata Fajar, Bupati Achmad, dalam waktu dekat ini juga akan mengelar ekspos terkait kerberhasilan PLTGb, yang nantinya akan diundang seluruh pengusaha Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Rohul.
“Dalam rapat koordinasi ini juga akan dimusyawarahkan, terkait penetapan besaran tarif listrik PLTGb yang akan diupayakan lebih murah dari tarif PLN yang berlaku saat ini,”kata Fajar (Hendra)