Bahas Pemadaman Listrik. Pemkab Rohil Rakor bersama PLN
BAGANSIAPIAPI - Seringnya mati lampu di lingkungan masyarakat Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) oleh Pembangkit Listrik Negara (PLN) Rayon Bagansiapiapi, di tangapi serius oleh Pemkab Rohil. Bahkan Pemkab Rohil memanggil pihak PLN dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama untuk menjelaskan kendala dan permasalahan yang terjadi selama ini, sehingga mati lampu sering terjadi.
Rakor ini dipimpin langsung Plt. Sekda Rohil, M Job Kurniawan, Kepala Badan dan Kantor Pemkab Rohil, Kemudian Asisten Manager Pembangkit PLN Area Dumai, Yunior Budi Satria, Manager PLN Rayon Bagansiapiapi, Al Azhar, Supervisor Jaringan, Bahdad.
Supervisor PLN rayon Bagansiapiapi, F Naibaho, dan Manager PLN Rayon Baganbatu, Said Multazak.
Usai Rakor, Plt Sekda, Job Kurniawan mengungkapkan, Rakor yang di laksanakan bersama ini untuk mengetahui kendala dan permasalahan yang di hadapi oleh PLN dalam mematikan lampu selama ini, sehingga dapat di cari bantuan dan pertolongan bersama. Sehingga tidak terjadi mati lampu yang sering terjadi seperi dialami saat ini.
Dalam permasalahan saat ini PLN harus cepat menjadi jalan keluar, jangan sering mematikan lampu Sehingga meresahkan masyarakat. PLN seharusnya cepat mengambil tindakan seperti menyewa mesin, atau memperbaiki gardu induk yang di nilai kurang baik. Sehingga mati lampu dapat di elakkan, apa lagi bulan ramadhan sudah tidak lama lagi. Maka harus dapat di selesaikan dengan cepat, tegas Plt Sekda.
Dia mengakan, apa lagi dalam pematian lampu, PLN jangan secara mendadak dan sesuka hati. Namun terlebih dulu harus di lakukan pemberitahuan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak merasa kecewa. Karna selama ini mati lampu tidak melihat waktu dan sering terkesan mendadak yang di lakukan oleh pihak PLN, kalau mati lampu harus di sampaikan jadwalnya kepada masyarakat, mungkin saja melalui pihak desa atau kepenghuluan. Dengan adanya jadwal pematian ini maka masyarakat bisa mengetahui dan juga dapat memahaminya. Hal ini yang belum di lakukan pihak PLN, sehingga banyak masyarakat yang kecewa, sebut Job.
Hal yang jauh pentingnya, lanjutnya. PLN harus melakukan pemeliharaan rutin terhadap tegangan listrik, baik di meteran di rumah masyarakat maupun di travol yang di pusatkan oleh setiap wilayah. Kemudia pengaduan yang di sampaikan oleh masyarakat harus di tangapi dengan baik, apa lagi keluhan itu disampaikan melalui surat pengaduan maupun melalui media massa, setiap petugas PLN dilapangan kalau dapat harus dibekali kartu nama atau pengenal, terutama kunjungan di pedesaan, kemudia kalau melakukan pemutusan jangan langsung di putuskan. Namun harus ddi beritahu terlebih dulu atau peringatan, ungkap Job.
Menangapi hal itu, Manejer PLN Rayon Bagansiapiapi, Al Azhar mengaku, pemadaman yang terjadi selama ini tidak di lakukan dengan sengaja, namun karna adanya kekurangan daya yang terjadi di beberapa wilayah aliran listrik. Sehingga mati lampu terpaksa di lakukan terus dan mendadak, sebenarnya tidak ada pematian lampu, dan PLN juga tidak pingin hal itu terjadi karna dapat merugikan kita semua, Namun karna daya kurang dan kebutuhan masyarakat cukup banyak sehingga terpaksa mati lampu di lakukan di masyarakat, pungkas Azhar.(anto)